Ganjar Minta Pendidikan Budi Pekerti Diajarkan di SMA se-Derajat

Mustholih    •    Selasa, 02 Jan 2018 15:38 WIB
pendidikan
Ganjar Minta Pendidikan Budi Pekerti Diajarkan di SMA se-Derajat
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyalami Kepala Sekolah tingkat Menengah Keatas se-Jateng di Kantor Pemerintah Provinsi Jateng. Foto: Medcom.id/Mustholih

Semarang: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Menengah Kejuruan Negeri (SMK) menghidupkan kembali pendidikan budi pekerti. Pendidikan budi pekerti punya peran membentuk kecerdasan emosional siswa, meski tidak harus dimasukkan dalam mata pelajaran khusus.

"Saya titip budi pekerti dihidupkan lagi. Tidak perlu mata pelajaran khusus tapi ajari mereka menghormati gurunya, tetangga kiri-kanannya, tolong menolong," kata Ganjar saat memberi sambutan atas pelantikan Kepala SMA Negeri sederajat se-Jateng di Semarang, Selasa, 2 Januari 2018.

Profesi guru sebenarnya menjadi pusat pujian dan cacian bagi anak-anak didik mereka. Begitu ada murid membuat masalah, ujar Ganjar, sosok yang bakal disorot habis-habisan adalah para guru.

"Maka kalau ada guru-guru yang berprestasi, saya minta ke Pak Gatot (Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng) dihadapkan ke sini bertemu saya, agar mereka punya semangat luar biasa," ujar Ganjar menegaskan.

Selain menghidupkan pendidikan budi pekerti, para Kepala Sekolah se-jateng itu diminta rajin menyisihkan sebagian gaji bulanannya untuk membayar zakat. Menurut Ganjar, uang zakat yang disisihkan para pegawai negeri sipil yang berprofesi sebagai guru itu turut membantu kebutuhan ekonomi warga Jateng.

"Kemarin hasil zakat bisa diberikan ke guru-guru Madin (Madrasah Diniah), orang yang tidak bisa bayar rumah sakit, bayar sekolah, rumah mau ambruk, ingin usaha, dan lain sebagainya. Maka Kepala Sekolah yang baru mulai ini jangan lupa zakat, Insysa aAlah rezeki nambah," ungkap Ganjar tanpa menjelaskan detail zakat yang berhasil dihimpun para guru PNS sepanjang 2017.

Memasuki 2018, Ganjar menekankan sikap jujur, transparan, dan akuntabel PNS yang lima tahun belakangan dibangun Pemprov Jateng. Tiga sikap ini merupakan bagian upaya Ganjar mereformasi birokrasi Pemprov Jateng.

Ganjar Pranowo melantik 106 pemimpin sekolah tingkat SMAN sederajat, 33 pejabat fungsional, dan satu pejabat struktural Pemprov Jateng. Ganjar menyatakan proses seleksi PNS menjadi Kepala Sekolah dilakukan secara terbuka.

"Tidak ada lagi orang jadi Kepala Sekolah bayar, lewat seleksi terbuka. Hari ini kita menetapkan lagi Kepala Sekolah yang ada dan mengisi yang kosong. Beberapa (Kepala Sekolah) pensiun akan diisi, yang berhasil ikut tes tinggal antre saja," ungkap Ganjar.


(SUR)