Pemkot Surakarta akan Verifikasi Ulang Data Penghayat Kepercayaan

Pythag Kurniati    •    Selasa, 14 Nov 2017 15:23 WIB
penghayat kepercayaan
Pemkot Surakarta akan Verifikasi Ulang Data Penghayat Kepercayaan
Kabid Kesenian, Sejarah dan Sastra Dinas Kebudayaan Kota Surakarta Maretha Dinar

Solo: Pemerintah Kota Surakarta akan memverifikasi ulang data penghayat kepercayaan di Surakarta. Verifikasi dilakukan menyusul putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang administrasi kependudukan para penghayat kepercayaan.

"Kami akan lakukan verifikasi ulang data penghayat kepercayaan yang sudah ada," ungkap Kabid Kesenian, Sejarah dan Sastra Dinas Kebudayaan Kota Surakarta Maretha Dinar, Selasa, 14 November 2017.

Verifikasi ulang penting dilakukan sebab data penghayat kepercayaan bersifat dinamis. "Ada yang bertambah, berkurang dan ada juga yang sudah tidak aktif lagi," terang dia.

Mengacu data Dinas Kebudayaan Kota Surakarta tahun 2015, ada sekitar 12 ribu orang yang tercatat sebagai penghayat kepercayaan di Surakarta. Belasan ribu orang tersebut terbagi dalam 20 kelompok penghayat kepercayaan.

Puluhan kelompok penghayat antara lain Sapta Darma, Wiratama Widyananta Karya, Purnomosidi Pusat Surakarta, Pirukunan Kawulo Manembah Gusti dan lain sebagainya.

Berdasarkan data itu, penghayat kepercayaan paling banyak yakni Ngesti Tunggal. Dengan jumlah penghayat sebanyak 7.979 orang. 

"Namun data-data tersebut akan kami update kembali," imbuh Maretha.

Maretha memaparkan, pemerintah daerah juga masih menunggu format dari pusat terkait teknis administrasi kependudukan penghayat kepercayaan ini. "Instansi ini harus melakukan apa, instansi ini harus bagaimana, teknisnya masih menunggu aturan pusat," jelasnya.

Seperti diketahui, MK mengabulkan gugatan mengenai Pasal 61 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 dan Pasal 64 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan. Dengan putusan tersebut, para penghayat kepercayaan bisa mengisi kolom agama di KTP dan KK.



(ALB)