Penggerebekan Pabrik Pil PCC Warnai Peristiwa Jateng 2017

Mustholih    •    Sabtu, 30 Dec 2017 12:09 WIB
narkobapembunuhansabu
Penggerebekan Pabrik Pil PCC Warnai Peristiwa Jateng 2017
Petugas bersenjata mengamankan tempat kejadian perkara penyerangan polisi, di halaman Polres Banyumas, Purwokerto, Jateng, Selasa (11/4). ANT/Idhad Zakaria.

Semarang: Peristiwa penggerebekan pabrik pil paracetamol cafein carisropodol (PCC) menjadi kasus yang menonjol di Jawa Tengah pada penghujung 2017. Kasus tersebut terungkap pada 4 Desember 2017, setelah puluhan anggota Badan Narkotika Nasional, Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Kepolisian RI, serta Kepolisian Daerah Jawa Tengah bekerjasama menggeruduk rumah besar nomor 27 di Jalan Halmahera, Semarang.

"Pelaku sebanyak 12 orang. Barang bukti yang disita pil PCC sebanyak 8.120.000 butir, Pil Nova 1.390.000, Pil Carisoprodol 5.300 butir, dua unit kendaraan, dan satu unit sepeda motor," kata Kepala Kepolisian Daaerah Jawa Tengah, Inspektur Jenderal Condro Kirono, Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 29 Desember 2017.

Baca: Rumah Produksi PCC di Semarang Berkedok Pabrik Roti

Sementara diawal 2017 dibuka dengan kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Dusun Banaran, Tawangmangu, Karanganyar Minggu, 2 Februari. Bus PO Solaris Jaya yang membawa rombongan siswa SDN Jimbaran Wetan, Sidoarjo, Jawa Timur terperosok ke jurang sedalam sepuluh meter di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. 

"Bus terbalik dan masuk ke dalam sungai. Tujuh orang meninggal," ujar Condro menambahkan.

Baca: Sopir Bus Solaris Jaya Ditetapkan Tersangka

Kasus menonjol lain, yakni percobaan pembunuhan anggota polisi di halaman Kantor Kepolisian Resort Banyumas, pada 11 April 2017. Pelaku bernama Mohammad Ibnu Dar, 22, warga Desa Karangaren, Purbalingga, yang diduga simpatisan Islamic State in Iraq and Syria (ISIS). 

Saat itu pelaku menggunakan slayer hitam yang diduga berlambang ISIS.  "Tiga polisi mengalami luka-luka akibat terkena parang," terang Condro.

Baca: Densus 88 Reka Ulang Penyerangan Mapolres Bayumas

Kejadian menonjol lagi yakni kasus pencurian dengan kekerasan senjata api di Desa Paras, Boyolali, Jawa Tengah, pada 3 Juni 2017. Dua orang tak dikenal meminta uang kepada dua warga setempat seraya mengancam dengan senjata api. 

"Datang korban yang bermaksud membantu dua warga tersebut. Namun, pelaku menembakkan pistol ke dada hingga meninggal," jelas Condro.

Kejadian di Markas Polda Jawa Tengah pada 27 Juni 2017 juga menjadi kasus yang menonjol. Seorang pria dengan gerak-gerik mencurigakan berusaha memanjat pagar belakang pos induk Polda Jawa Tengah pada malam . Namun, usaha pria yang belakangan diketahui bernama Muhammad Romadhon itu gagal karena ketahuan petugas jaga.

Kejadian menonjol lainnya adalah kecelakaan pesawat helikopter milik Badan SAR Nasional di Gunung Butak, Temanggung, Jawa Tengah, Minggu, 2 Juli 2017. Helikopter itu mengalami kecelakaan saat bertolak ke Kawah Sileri, Gunung Dieng, Wonosobo, guna menjalani misi kemanusiaan. 

"Delapan orang meninggal. empat anggota TNI dan empat anggota Basarnas Jateng.

Baca: Helikopter Basarnas Jatuh saat Kondisi Cuaca Baik

Kecelakaan lalu lintas di Batang, Jateng, pada pukul 22.00 WIB, Rabu, 12 Juli 2017 juga disorot sebagai kejadian menonjol. Pada saat itu, truk tronton menabrak dua kendaraan akibat rem blong. "Korban meninggal empat orang," terang Condro.

Kecelakaan lalu lintas di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Kendal, Jawa Tengah, pada 20 Agustus juga dinilai kejadian menonjol selama 2017. Satu unit Toyota Avanza ditabrak kereta api di Desa Gebang, Kendal. Sebanyak lima orang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.

Yang paling dramatis adalah kebakaran Kapal KM Dharma Kencana II pada 29 Oktober 2017 di perairan Karimun Jawa, Jepara. Kapal yang bertolak ke Pontianak, Kalimantan Barat, ini pada pukul 04.45 WIB terbakar. Beruntung penumpang sebanyak 119 orang itu berhasil dievakuasi. 

"Sampai saat ini masih dilakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran kapal," terang Condro.



(ALB)