Komite Perlindungan Kawal Kasus Pembunuhan Difabel di Bantul

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 21 Nov 2017 13:11 WIB
kaum difabelpemerkosaanpembunuhan
Komite Perlindungan Kawal Kasus Pembunuhan Difabel di Bantul
Komite Perlindungan dan Pemenuhan Hak Difabel DIY saat mendatangi keluarga korban pembunuhan -- MTVN/Ahmad Mustaqim

Yogyakarta: Komite Perlindungan dan Pemenuhan Hak Difabel DIY mengecam aksi pemerkosaan dan pembunuhan seorang difabel di Kabupaten Bantul pada Sabtu, 18 November 2017. Komite akan mengawal kasus tersebut hingga tuntas

Ketua Komite Perlindungan dan Pemenuhan Hak Difabel DIY Setia Adi Purwanta mengatakan bahwa peristiwa pemerkosaan dan pembunuhan terhadap difabel merupakan aksi keji. Apalagi, tabungan korban sebesar Rp4 juta dan harta benda keluarga korban juga dicuri.

"Ini sangat menyakitkan dan merendahkan sekali," kata Setia di Bantul, Yogyakarta, Senin, 20 November 2017.

(Baca: Difabel Korban Perkosaan dan Pembunuhan Sosok Berprestasi)

Setia menegaskan, pihaknya ingin proses hukum berjalan cepat dan transparan. "Pelaku harus dihukum setimpal dengan perbuatannya," kata dia.

Menurut Setia, pihaknya sudah menemui keluarga dan Polsek Sedayu, Bantul. Pihaknya berupaya bekerja sama dengan Polda DIY dan penegak hukum lainnya dalam penuntasan kasus ini.

"Pelaku kejahatan terhadap difabel harus dijerat pasal berlapis. Hukumannya harus lebih berat dari kasus kriminal biasa," ungkapnya.

(Baca: Perempuan Difabel Jadi Korban Perkosaan dan Pembunuhan)

Sebelumnya, seorang perempuan difabel berinisial UDC diduga menjadi korban perkosaan dan pembunuhan. Perempuan 27 tahun itu tewas dalam kondisi mengenaskan di kediamannya pada Sabtu, 18 November 2017

Jenazah UDC kali pertama ditemukan kakaknya. Saat ditemukan, UDC ditemukan dalam kondisi tanpa busana dan kondisi badan sudah dingin. Polisi menemukan adanya jeratan di leher korban. Selain itu, ada bercak darah di bagian tubuh korban.


(NIN)