Petugas Puskesmas tak Sesuai SOP saat Tangani Bayi Icha

Kuntoro Tayubi    •    Selasa, 12 Dec 2017 14:23 WIB
kesehatan
Petugas Puskesmas tak Sesuai SOP saat Tangani Bayi Icha
Bupati Idza Priyanti dan Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Brebes, Gunadi Prawoko memantau pelayanan kesehatan di Puskesmas Sidamulya, Brebes, Jawa Tengah. (Medcom.id/Kuntoro Tayubi)

Brebes: Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dr Gunadi Prawoko mengatakan seluruh pelayanan di Puskesmas dan Rumah Sakit harus mengedapankan mutu pelayanan yang terbaik. Semuanya masuk dalam Standar Operational Procedur (SOP) masing masing yang sudah dibuat untuk dipatuhi.
 
“Termasuk SOP pelayanan administrasi di Puskesmas Sidamulya tentunya sudah ada dan harus dipatuhi petugas yang melaksanakannya,” katanya saat meninjau Puskesmas Sidamulya, Selasa, 12 Desember 2017.
 
Puskesmas, kata Gunadi, tidak mengabaikan pasien kaya atau miskin, karena pelayanan kesehatan di Puskesmas tidak dipungut biaya alias gratis. Kemudian, pelayanan kesehatan di puskesmas kategori rawat jalan bukan rawat darurat.
 
Ia menjelaskan, pada kasus Bayi Icha, saat itu pasien dalam kondisi tenang sehingga petugas adminsitrasi melayani biasa seperti pasien rawat jalan. Pasien kemudian disuruh mengambil identitas atau berkas lain yang belum komplit untuk pemenuhan administrasi.
 
“Namun ini sebenarnya bukan SOP. Di SOPnya seharusnya tidak disuruh mengambil identitas. Berarti di tingkat pelayanan ada kesalahan,” tegasnya.
 
Gunadi menambahkan, sejatinya warga yang datang ke Puskesmas tidak perlu membawa KIS, KTP dan KK, karena pasti akan dilayani secara gratis. Karena tuntutan BPJS lah yang mewajibkan masyarakat membawa berkas kelengkapan administrasi tersebut.
 
“Jadi tidak ada kaitannya dengan pelayanan akhir pekan. Hanya saja untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan mereka mengumpulkan petugas medis Bidan dan lainnya setiap hari Sabtu pukul 11 siang. Hal ini menyebabkan bidan-bidan saat itu tidak ada di rumah dan berada di Puskesmas,” ungkapnya.
 
Kepala Puskesmas Sidamulya, Kecamatan Wanasari, dr Arlinda mengaku akan mulai hati hati dan memilah pasien yang meminta pelayanan kesehatan. Selama ini, pihaknya menggunakan prosedur pemenuhan berkas berdasarkan kebutuhan kelengkapan administrasi BPJS.
 
“Setelah kejadian ini kita akan pilah pilah lagi. Kami harus hati hati. Sebenarnya kalau saat itu (Emeti) bawa KIS saja juga tidak apa apa, tapi itu tidak bawa sama sekali. Kalau dia bilang bawa KIS danKTP, itu hanya pengakuannya saja,” kata Arlinda.
 
Seorang bayi berusia tujuh bulan di Brebes, Jawa Tengah, harus mengembuskan nafas terakhirnya setelah ditolak saat akan berobat ke puskesmas. Icha Selvia tidak mendapatkan pertolongan dari puskesmas lantaran berkas administrasi Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dibawa kurang lengkap.

Emiti, 32, ibu Icha, mengatakan putrinya lemas akibat terus muntah dan buang air besar. Ia pun membawa Icha ke puskesmas pada Sabtu, 9 Desember 2017, pagi.
 
"Saya menyerahkan KIS dan KTP (Kartu Tanda Penduduk) elektronik atas nama saya. Tapi, petugas menolak karena saya tidak melampirkan Kartu Keluarga," kata Emiti di kediamannya, Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari, Brebes.
 
Kondisi Icha semakin memburuk. Pada Minggu, 10 Desember 2017, siang, Icha tak lagi bisa bertahan. Bayi tujuh bulan itu pun langsung dikuburkan di TPU terdekat.
(ALB)