Warga Sebut Sampah Plastik dari Hulu Sungai

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 04 Dec 2018 18:57 WIB
sampah menumpuk
Warga Sebut Sampah Plastik dari Hulu Sungai
Kondisi Sungai Progo setelah banjir, Selasa, 4 Desember 2018, Medcom.id - Mustaqim

Yogyakarta: Sungai-sungai di wilayah Yogyakarta belum terlepas dari sampah, termasuk sampah plastik. Kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya masih cukup minim. 

Warno, warga Dekso, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengatakan sampah-sampah plastik masih kerap kali ditemukan di bantaran Sungai Progo. Meskipun, tumpukan sampah plastik biasanya bercampur dengan berbagai macam sampah lain. 

"Ini karena habis hujan deras, jadi sampahnya ada yang terbawa. Sungai (Progo) ini kan muaranya di laut selatan," kata dia di Kulon Progo, Selasa, 4 Desember 2018. 

Ia mengungkapkan warga sekitar sungai tak lagi membuang sampah. Namun ia memperkirakan sampah berasal dari hulu sungai.

Situasi hampir sama terjadi di Sungai Code. Sungai yang membelah Kota Yogyakarta masih banyak sampah di bantaran sungai. Kendati di tengah sungai bersih, di bagian pinggiran masih cukup banyak sampah plastik berserakan. 

Warga Kelurahan Gowongan, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta, Fanny Vernilasari, 28, mengaku kerap mendapati sampah plastik di sungai code. Bahkan, ia pernah melihat ada warga yang membuang sampah di sungai. 

"Tapi itu pas kebetulan. Memang di pinggiran sungainya masih banyak sampah plastik pas lewat," ujarnya. 

Ia mengaku belum semua warga di bantaran sungai sadar membuang sampah pada tempatnya. Di sisi lain, sampah plastik juga terkadang berasal dari kiriman dari hulu sungai Code. 

"Kok cuma buang sampah (sembarangan), masih ada lho yang buang air (BAB) di sungai," kata dia. 

Direktur Wahana Lingkungan Hidup Yogyakarta, Halik Sandera mengutarakan hampir semua sungai di Yogyakarta tercemar. Salah satunya berasal dari berbagai sampah yang dibuang warga. 

"2017 lalu kami lakukan penelitian soal kualitas air di sungai-sungai dengan indikator biota di sana. Hasilnya memang air sungai di Yogya sudah tercemar," tuturnya. 

Menurut dia, sungai-sungai di Yogyakarta terlihat tidak terlalu kotor karena banyaknya komunitas yang peduli. Hampir setiap sungai, kata dia, terdapat komunitas yang berkala melakukan gerakan bersih-bersih. 

"Banyak komunitas peduli sungai di Yogyakarta. Dari Gajahwong, Code, Winongo, Opak, sampai Progo. Tapi memang kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya yang masih rendah," ungkapnya. 



(RRN)