Pantai Selatan Gunungkidul tak Punya Alat Deteksi Tsunami

Ahmad Mustaqim    •    Jumat, 05 Oct 2018 20:20 WIB
tsunamigempa bumi
Pantai Selatan Gunungkidul tak Punya Alat Deteksi Tsunami
ilustrasi Medcom.id

Yogyakarta: Tak ada alat early warning system (EWS) atau tanda peringatan untuk bencana tsunami di pantai selatan Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat hanya bermodal forum relawan untuk meningkatkan kewaspadaan. 

Kepala BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan alat peringatan dini (bencana tsunami) tak ada di sepanjang pantai selatan. Meskipun, pihaknya mengetahui pantai selatan Jawa jadi dalam satu daerah berpotensi tsunami. 

Edy menuturkan, pihaknya hanya mengandalkan relawan atau komunitas yang digabungkan dalam grup media sosial. "Kami latih (komunitas) untuk kesiapsiagaan dan komunikasi kewaspadaannya terhadap gempa, tsunami, serta gelombang tinggi," kata Edy saat dihubungi, Jumat, 5 Oktober 3018. 

Ia menyebutkan komunitas yang sudah dilatih itu tinggal di pesisir selatan pantai Gunungkidul. Setiap ada informasi, kata dia, komunitas itu meneruskan ke warga sekitar. 

Menurut dia, hal itu menjadi salah satu langkah yang selama ini dilakukan untuk meminimalisasi risiko bencana. "Selain itu juga komunikasi dengan sejumlah lembaga, termasuk BMKG," ujarnya. 

Edy menyatakan, pernah ada tujuh alat deteksi tsunami di pantai selatan, namun sudah rusak akibat gelombang tinggi beberapa bulan lalu. Ia mengaku sudah menyampaikan kondisi itu ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan belum mendapat tindak lanjut. 

"Ada sebagian alat (deteksi dini tsunami) yang rusak karena korosi. Perlu anggaran besar untuk memperbaiki atau pengadaan," ungkapnya. 


(ALB)