Puluhan Bacaleg di DIY Tak Lolos Persyaratan

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 08 Aug 2018 18:30 WIB
caleg
Puluhan Bacaleg di DIY Tak Lolos Persyaratan
KPU DIY saat mengumumkan Bacaleg yang tak lolos pemberkasan. Medcom.id-Ahmad Mustaqim

Yogyakarta: Puluhan bakal calon legislatif (Bacaleg) di Daerah Istimewa Yogyakarta gagal lolos tahap verifikasi administrasi untuk pemilu 2019. Total, ada 67 Bacaleg tak lolos di tingkat KPU DIY, Kabupaten Gunungkidul, dan Kulon Progo. 

Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan mengatakan, ada 14 Bacaleg yang tak lolos verifikasi atau tak memenuhi syarat (TMS). Meskipun, pihaknya sudah memberikan tenggat waktu perbaikan pada 22-31Juli 2018. 

"Jumlah semula ada 589, namun yang 14 di antaranya TMS," kata Hamdan di KPU DIY pada Rabu, 8 Agustus 2018. 

Ia mengatakan, 14 Bacaleg TMS itu berasal dari Partai NasDem (5 orang), Partai Garuda (2), Partai Gerindra (2), Partai Golkar (2), serta Perindo, PPP, Hanura, dan PBB yang masing-masing satu orang. Penyebab gagalnya Bacaleg itu mulai dari tak menyertakan surat pengadilan negeri hingga tak menyertakan ijazah yang sudah dilegalisasi. 

Proses selanjutnya, KPU DIY mengimbau partai politik yang keberatan dengan keputusan lembaganya bisa mengajukan sengketa ke Bada Pengawas (Pemilu Bawaslu) DIY. Batasan waktu pengajuan sengketa tersebut yakni tiga hari. 

"Kami akan melanjutkan dengan pengumuman DCS atau daftar calon sementara pada 12-14 Agustus, lewat media dan website kami. Sebelum ini kami minta parpol agar melengkapi data sebelum DCS kami umumkan," katanya. 

Ia menambahkan, Wakil Sekretaris Bidang Kaderisasi Partai Golkar DIY, Suhud Imandoyo mengatakan pihaknya belum bisa menentukan sikap atas keputusan komisi itu. Ia akan lebih dulu menyampaikan hasil itu ke pengurus parpol. 

Di Gunungkidul, ada 33 Bacaleg TMS dari total pendaftar sebanyak 459 orang. Bacaleg yang gugur dalam tahan pemberkasan itu lantaran tak melengkapi sejumlah persyaratan sesuai aturan KPU. "Kami akan lakukan pengumuman DCS," kata Ketua KPU Gunungkidul, M. Zaenuri Ichsan. 

Sementara itu, di Kulon Progo ada sebanyak 20 Bacaleg yang tak lolos dari total pendaftar 417 orang. Dari jumlah caleg yang tak lolos itu, ada tujuh orang di antara mantan narapidana umum. 

"Mereka (mantan napi) tak lolos bukan karena kasusnya, tapi karena persyaratan (dari pengadilan) tak lengkap," ujar Ketua KPU Kulon Progo, Muhammad Isnaini. 



(ALB)