Eksekusi Bangunan di Gumuk Pasir Ditunda

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 17 Nov 2016 11:31 WIB
penertiban
Eksekusi Bangunan di Gumuk Pasir Ditunda
Spanduk penolakan warga penghuni Zona Inti Gumuk Pasir. (Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Bantul: Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menunda eksekusi bangunan di zona inti Gumuk Pasir di Kecamatan Kretek. Penundaan itu didasarkan permintaan warga untuk direlokasi.

"Tapi tidak tahu persis (relokasi) yang dimau seperti apa. Saya masih akan rapatkan juga dengan warga," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bantul, Hermawan Setiaji saat dihubungi Metrotvnews.com, Kamis (17/11/2016).

Baca: Ongkos Bongkar Bangunan Gumuk Pasir Rp1 Juta

Hermawan mengaku hari ini akan ada pertemuan dengan warga terdampak yang enggan membongkar bangunannya. Menurut dia, pihaknya akan mengupayakan pembongkaran bangunan agar dilakukan pemilik sendiri.

"Sudah ada 30-an bangunan yang telah dibongkar sendiri oleh pemiliknya, ada bangunan rumah maupun kandang. Yang belum (dibongkar) kami perkirakan masih sebagian," ungkapnya.

Ia menyebutkan Pemkab Bantul bisa saja melakukan upaya paksa bagi bangunan yang masih berdiri di atas zona inti Gumuk Pasir. Sebab, kata dia, Pemkab Bantul sudah melakukan semua tahapan administrasi, termasuk melayangkan surat peringatan dan perintah pengosongan.

"Instruksi Pak Gubernur (Sri Sultan Hamengku Buwono X), penataan ini akan mengedepankan aspek kemanusiaan. Karena penataan ini untuk kesejahteraan," ujarnya.

Upaya penertiban Pemkab Bantul terhadap puluhan bangunan di kawasan inti Gumuk Pasir, bermula dari surat bernomor 120/W&K/VII/2016 dari K.H.P Wahonosartokriyo yang ditandatangani seorang kerabat Kraton Yogyakarta, KGPH Hadiwinoto, tentang penertiban zona pumuk pasir di kawasan Gumuk Pasir di Kecamatan Kretek, sebagai kawasan dilindungi.

Baca: Penghuni Gumuk Pasir Menolak Hengkang

Surat yang ditujukan kepada Bupati Bantul, Suharsono itu kemudian dibalas dengan nomor 523/03700 ada tanggal 29 Agustus, yang berisi tentang penertiban kawasan inti Gumuk Pasir mulai 1 September 2016.

Saat ini, polemik warga yang menempati zona inti Gumuk Pasir dengan Pemkab Bantul masih berjalan. Masih ada warga yang menolak membongkar bangunannya. Di situ, diperkirakan ada 38 bangunan rumah yang terdiri dari 20 KK, 25 kandang, sawah, warung, dan tempat parkir.


(SAN)