Ratusan Penyandang Disabilitas Sleman Ikut Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Patricia Vicka    •    Senin, 17 Oct 2016 15:35 WIB
penyandang disabilitas
Ratusan Penyandang Disabilitas Sleman Ikut Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Wiyono tersenyum bahagia saat ikut pemeriksaan kesehatan di RSA UGM, Senin (17/10/2016). (Foto: MTVN/Patricia Vicka)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Ratusan penyandang disabilitas di Sleman, Yogyakarta, mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis. Wiyono (63) dan istrinya Wijilah (61), menjadi salah satu pasien penyandang disabilitas yang mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis.

"Saya kesini mau periksa tulang belakang saya. Kalau istri mau periksa mata. Sudah lama kami enggak periksa kesehatan," ujar bapak tiga anak ini, Senin (14/10/2016). 

Tak beberapa lama, petugas medis memanggil namanya. Dengan perlahan, Wiyono masuk ke ruang periksa dengan sebuah tongkat besi. Tim dokter segera memeriksa tulang belakang Wiyono. 

Pria paruh baya ini sudah tak bisa berjalan sempurna sejak tiga tahun silam. Penyebabnya, tulang ekor patah akibat jatuh dari pohon. Ia harus dibantu sebuah tongkat besi sebagai penopang untuk bisa berjalan normal. Sementara sang istri menderita gangguan penglihatan akibat penyakit Glaukoma. 

Wiyono dan sang istri adalah satu dari sekitar ratusan penyandang disabilitas dari 7 kecamatan di Sleman yang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis program Jamkesus di RSA UGM. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari hingga selasa 18 Oktober 2016. 

Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaning Astutie menjelaskan program Pemeriksaan kesehatan Jamkesus disabilitas terpadu adalah salah satu program Pemda DIY yang bertujuan untuk memfasilitasi para penyandang disabilitas yang tidak mampu agar mudah mengakses fasilitas kesehatan. 

"Kegiatan ini sudah dua tahun berjalan. Program pelayanan yang diberikan adalah cek kesehatan medis, pemberian alat bantu dan rehabilitas sosiologi difabel," jelas Pembajun. 

Pemeriksaan dilakukan di empat Kabupaten dan satu Kota di DIY. Untuk wilayah Sleman, pemeriksaan di RSA UGM adalah pemeriksaan ke tiga di tahun 2016.

Ia menambahkan Pemda DIY berencana membuat kartu identitas untuk penyandang disabilitas agar dapat mengakses fasilitas kesehatan secara cuma-cuma.

"Pemda DIY melalui Perda nomor 4 tahun 2012 dan Pergub nomor 51 tahun 2013 bertugas menjamin pemenuhan hak disabilitas. Kami targetkan kartu identitas itu rampung secepatnya supaya mereka bisa akses faskes. Semoga bisa tahun depan selesai," tuturnya. 

Selama 2016 pemerintah menargetkan sekitar 1500 penyandang difabel di DIY mendapat pemeriksaan kesehatan gratis melalui program Jamkesus Disabiliyas Terpadu. Berdasarkan data Dinkes DIY ada 28.750 kaum difabel tak mampu dari total penduduk DIY yang berjumlah 3,6 juta jiwa. 



(MEL)