Warga Gunungkidul Beli Air dari Jawa Tengah

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 03 Aug 2017 13:17 WIB
kemarau dan kekeringan
Warga Gunungkidul Beli Air dari Jawa Tengah
Sebuah mobil tangki pengangkut air bersih saat melayani pembelian air oleh warga Gunungkidul. (MTVN-Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Gunungkidul: Daerah perbatasan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni di Kecamatan Rongkop dan Girisubo miskin sumber air. Masyarakat hanya menyediakan bak penampungan air hujan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Bila kemarau tiba, seperti saat ini, warga terpaksa membeli air. Biasanya, truk-truk tangki pengangkut air datang dari Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kecamatan Pracimantoro berbatasan dengan Kecamatan Rongkop. 

Margoto, 51, pedagang air, mengatakan, ada dua alternatif sumber air, yakni di dekat Pelabuhan Sadeng, Gunungkidul dan Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri. Sumber air di kawasan Pracimantoro dipilih karena lebih baik.

"Sumber di Sadeng kadang terpengaruh air laut saat sedang pasang," kata Margoto di Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, Kamis, 3 Agustus 2017. 

Ia mengaku bisa menjual 10 tangki air bersih ke masyarakat sekitar Rongkop dan Girisubo. Setiap tangki yang berisi 5.000 liter air dijual dengan harga beragam, tergantung jarak rumah warga. 

"Harganya mulai Rp100 ribu sampai Rp120 ribu per tangkinya. Jika ada yang membutuhkan biasanya warga menghubungi pakai telepon atau mencegat kami saat menjajakan air," ungkapnya. 

Seorang sopir mobil tangki pengangkut air, Sakiran, mengungkapkan, hal hampir serupa. Dia mengangkut air dari Kecamatan Pracimantoro ke Kecamatan Rongkop. 

Menurut dia, jarak sumber air di Pracimantoro dengan Rongkop sekitar 10 kilometer. "Sumber airnya kami ambil dari sumur bor," ungkapnya. Namun, untuk Kecamatan Girisubo mengambil dari dekat Pelabuhan Sadeng di saat air laut sedang surut. 

Warga Dusun Ngricik, Kecamatan Rongkop, Mujiono, mengatakan, sudah menjual ternak dan kayu untuk membeli air bersih. Satu tangki yang berisi 5.000 liter air bisa digunakan tiga pekan hingga sebulan. 

"Air yang dibeli buat macam-macam kebutuhan, memasak, mandi, mencuci. Termasuk untuk minum ternak di rumah," ungkapnya.


(SAN)