Warga Tegal Konsumsi Air Sawah untuk Kebutuhan Hidup

Kuntoro Tayubi    •    Jumat, 04 Aug 2017 19:28 WIB
krisis air bersih
Warga Tegal Konsumsi Air Sawah untuk Kebutuhan Hidup
Warga mengantri air bersih di Tegal, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com /Kuntoro Tayubi)

Metrotvnews.com, Tegal: Desa Kertasari, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal dilanda kekeringan sejak tiga bulan terakhir. Akibatnya, warga terpaksa mengonsumsi air sawah yang mengalir di saluran irigasi. Meski keruh, tapi warga tak peduli karena kebutuhan air mendesak.

"Sudah tiga bulan ini kami mengonsumsi air sawah. Itu karena kami kekurangan air bersih. Air sawah itu kami gunakan untuk minum, masak, mandi, mencuci baju dan piring," kata Nur Paing, 48, salah satu warga Dukuh Pontoh, Desa Kertasari, Jumat, 4 Agustus 2017.
 
Kendati sudah tiga bulan mengonsumsi air sawah, tapi Nur Paing mengaku tidak pernah mengalami sakit perut. Menurutnya, itu hal yang biasa dilakukan bersama keluarganya setiap musim kemarau. Meski begitu, Nur Paing juga kerap membeli air bersih kepada pedagang air keliling.

"Tapi itu kalau punya uang, kalau tidak punya, ya terpaksa ambil air sawah lagi," kata buruh tani ini.
 
Warga Dukuh Pontong Desa Kertasari Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, berebut air bersih dari mobil tangki yang disediakan PMI setempat. Dalam beberapa bulan terakhir mereka mengalami kesulitan air bersih akibat kemarau yang sudah mulai melanda.
 
Muidah, 38, warga setempat mengatakan krisis air bersih selalu dialami warga setiap musim kemarau tiba. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ia terpaksa membeli dari pedagang.
 
Tetangga Nur Paing ini mengaku untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, terpaksa dirinya membeli air bersih kepada pedagang air keliling dengan harga Rp3.000 per jeriken. Namun, dirinya juga kerap mengonsumsi air sawah ketika pedagang air tidak keliling ke desanya.
 
"Kalau tidak ada air bersih, kami terpaksa mengonsumsi air sawah," ucapnya.
 
Kepala Desa Kertasari Sukasno mengatakan, di wilayahnya ada 5 pedukuhan yang selalu dilanda kekeringan saat musim kemarau. Kedua pedukuhan itu yakni Pontong dan Jubang. 
"Untuk mengatasi kesulitan air bersih saat kemarau kami sudah membuatkan sumur bor di pedukuhan. Tapi, keluar airnya tidak maksimal," katanya.
 
Untuk itu, Sukasno berharap Pemkab Tegal dan instansi lainnya memberikan bantuan air bersih untuk warganya. Sejauh ini, pihaknya mengaku sudah meminta bantuan air bersih ke Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal. "Semoga ada bantuan lagi dari instansi lain," harapnya.
 
Kepala Markas PMI Kabupaten Tegal Sunarto saat memberi bantuan air bersih di Desa Kertasari mengatakan di wilayah Kabupaten Tegal ada tiga kecamatan yang rawan krisis air bersih. Ketiga kecamatan itu yakni, Suradadi, Warureja, dan Kedungbanteng.
 
"Wilayah yang paling parah di Kecamatan Warureja dan Suradadi," katanya.
 
Sejauh ini, Sunarto mengaku sudah menyalurkan air bersih sebanyak 12 ribu liter per hari. Penyaluran dilakukan dalam 2 tahap. Tahap pertama dilakukan sebelum bulan ramadan lalu. Tahap kedua, dilakukan jika ada permintaan dari warga sekitar.



(ALB)