Kulonprogo akan Berstatus Siaga Kekeringan

Patricia Vicka    •    Jumat, 18 Aug 2017 18:38 WIB
kemarau dan kekeringan
Kulonprogo akan Berstatus Siaga Kekeringan
Ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Kekeringan yang terjadi di Kabupaten Kulonprogo semakin meluas dan parah.  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY akan menaikkan status kabupaten Kulonprogo menjadi “Siaga Bencana Kekeringan” pada akhir Agustus 2017.
 
Kepala BPBD DIY Krido Suprayitno mengatakan, pemerintah Kabupaten Kulonprogo tengah menyiapkan peningkatan status tersebut. Dalam waktu dekat, Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo akan mengeluarkan surat permohonan Siaga Bencana Kekeringan. 

Surat tersebut akan dikirimkan ke Gubernur melalui BPBD DIY untuk disahkan. Usai ada peningkatan status, BPBD DIY bersama BPBD Kulonprogo akan melakukan sejumlah strategi untuk mengatasi kekeringan.

“Gubernur yang akan menetapkan status siaga. Status ini akan ditetapkan sejak 30 Agustus sampai 30 Desember,” kata Krido melalui sambung telepon, Jumat 18 Agustus 2017.

Usai status siaga bencana ditetapkan, BPBD DIY akan melakukan sejumlah rencana operasi kekeringan seperti membuat posko induk BPBD di Kabupaten Kulonprogo dan membuat integrasi dan sinkronisasi manjamen siaga kekeringan antara Pemkab dengan Pemda. Seluruh bantuan kekeringan dari berbagai pihak juga harus disampaikan ke BPBD Kabupaten terlebih dahulu.

“Semua pihak yang mau kasih bantuan air, lapor ke BPBD kabupaten dulu. Tujuannya untuk mengatur pemerataan pembagian air,” tegasnya.

Tahap selanjutnya Satgas Kekeringan akan memaksimalkan penyaluran air ke rumah warga melalui peningkatkan paralonisasi. Pipa air dari sumber air akan diperbanyak ke wilayah padat penduduk yang minim air. Satgas Kekeringan turut mengecek keadaan pipa air untuk memastikan berfungsi maksimal. 

“Sumber air dari warga juga kaan kami ratakan ke daerah yang kering. Dengan status SIaga bencana Kekringan, BPBD Kabupaten juga bisa menggunakan biaya tak terduga dari Pemkab untuk mengatasi kekeringan,” kata dia.

Krido menambahkan selain Kulonprogo, Gunung Kidul juga tengah bersiap diri mengajukan status Siaga Bencana Kekeringan.

Sebelumnya Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo, Gusdi Hartono mengatakan kekeringan telah melanda 32 Desa di 10 kecamatan diantaranya Galur, Girimulyo, Kalibawang, Kokap, Lendah, Nanggulan, dan Panjatan.  Akibatnya 12.721 jiwa di dalam 7.621 KK yang terdampak kekeringan.

Dalam menangani kekeringan itu, BPBD Kulon Progo memperoleh bantuan air bersih dari Dinas Sosial DIY sebanyak 350 tangki air bersih.


(ALB)