Razia Polres Kudus Cegah Gelombang Massa ke Borobudur

Rhobi Shani    •    Kamis, 07 Sep 2017 17:08 WIB
rohingya
Razia Polres Kudus Cegah Gelombang Massa ke Borobudur
Polisi memeriksa kendaraan yang melintas. MTVN/Rhobi

Metrotvnews.com, Kudus: Aparat kepolisian Polres Kudus, Jawa Tengah, dengan bersenjata lengkap memeriksa setiap kendaraan yang melintas di wilayah perbatasan Kudus-Demak di Jalur Pantura. Terutama bus pariwisata yang diduga membawa rombongan yang akan berorasi di Borobudur, Magelang, pada Jumat 8 September 2017.
 
Selain bus pariwisata, mobil pribadi dan kendaraan roda dua berpelat nomor luar Kudus juga turut dihentikan. Pengendara dan barang bawaan pengendara diperiksa. Pengendara dan penumpangnya pun turut diperiksa dimintai keterangan.
 
Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning menyampaikan, razia kali ini menyusul rencana aksi bela Rohingnya yang tak mendapat izin resmi. Selain itu, rencana aksi massa bela Rohingnya juga dinilai dapat mengganggu stabilitas nasional.
 
“Ini langkah antisipasi pencegahan gelombang massa ke Borobudur. Razia ini akan terus kami gelar sampai besok,” ujar Agusman, Kamis 7 September 2017.
 
Agusman menyarankan, aksi bela Rohingnya dapat dilakukan di daerah masing-masing tanpa harus ke Borobudur. Kegiatan aksi dapat diisi dengan acara doa bersama dan sejenisnya.

Baca: Polisi Larang Aksi Bela Rohingya di Borobudur

Seperti diketahui, rencana aksi #SaveRohingya akan dilangsungkan di depan Candi Borobudur. Rencananya, aksi itu digelar ratusan organisasi masyarakat pada Jumat 9 September 2017.
 
Namun, rencana aksi tersebut tak mendapat izin dari pihak kepolisian. Kapolres Magelang AKBP Hendarsono mengatakan tak merekomendasikan izin utnuk aksi itu. “Tak boleh ada aksi di situ (sekitar Candi Borobudur),” tegas seperti diberitakan Metrotvnews.com, sebelumnya.
 
Candi Borobudur merupakan warisan budaya Indonesia dan dunia. Keberadaannya menjadi ikon wisata yang harus dilestarikan. 


(ALB)