Menteri Agama: Belajar Agama Harus Radikal

Patricia Vicka    •    Sabtu, 23 Sep 2017 16:48 WIB
kementerian agama
Menteri Agama: Belajar Agama Harus Radikal
Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin -- MTVN/Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin tak mempermasalahkan jika seseorang menjadi radikal saat mempelajari agama. Ia justru mengimbau agar seseorang radikal terhadap agamannya.

"Radikal dalam arti positif ya. Tiap umat beragama harus radikal karena agama itu keyakninan," kata Lukman saat menjadi keynote speaker seminar `Penanggulanagan Radikalisme dan Intoleransi Melalui Bahasa Agama` di Yogyakarta, Sabtu 23 September 2017.

Lukman menjelaskan, makna radikal sebenarnya postif. Radikal berasal dari kata redic yang berarti mengakar atau kokoh.

"Jadi, seseorang yang memeluk agama diharapkan mengakar kuat dan kokoh dengan ajaran agamanya. Jangan cuma sekadar memeluk agama saja, tapi harus radikal," tutur Lukman.

Namun, Lukman menyayangkan makna radikal yang kini bergeser menjadi negatif. Pergeseran makna ini disebakan sejumlah tindakan fanatisme berlebihan dan intoleran pada pemeluk agama lain.

Menurut Lukman, tindakaan fanatik berlebih pada akhirnya memicu munculnya tindakaan ekstrem yang berujung lahirnya kekerasan, pemaksaan agama, dan terorisme sesama umat beragama. Seharusnya, tindakan terorisme yang ditindak, bukan radikalisme.

"Caranya, cobalah membuka ruang kalau ada saudara kita yang berbeda penafsiran pada agama," pungkas Lukman.


(NIN)