Menkes: PCC Jadi Ancaman Bonus Demografi

Pythag Kurniati    •    Sabtu, 23 Sep 2017 18:21 WIB
pil maut pcc
Menkes: PCC Jadi Ancaman Bonus Demografi
Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek -- MTVN/Pythag Kurniati

Metrotvnews.com, Solo: Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek menyebut, beredarnya pil PCC (Paracetamol Caffein Carisoprodol) menjadi ancaman bonus demografi Indonesia. Konsekuensi dari bonus demografi, Indonesia harus bersiap menangkal gangguan yang menyerang generasi muda sejak saat ini.

Seperti diketahui, Indonesia akan mengalami bonus demografi pada tahun 2030. Artinya, pada saat itu jumlah penduduk muda pada usia produktif jauh lebih banyak dibandingkan dengan usia tak produktif.

"Dengan piramida populasi ini, kita harus melihat dengan jeli. Adanya PCC ini, maka disaster yang didapatkan jika tidak ditangani dengan baik," kata Nila di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Solo, Jawa Tengah, Sabtu 23 September 2017.

Nila menegaskan, dirinya sangat kecewa. Lebih-lebih ketika mengetahui pengedar menyerang anak-anak muda.

"Saya tidak terima. Sudah obatnya ilegal dan di Kendari sengaja diberikan. Itu tidak benar," kata dia.

Nila meminta pihak-pihak terkait, seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kepolisian mengusut tuntas peredaran PCC. "Dinas Kesehatan di daerah juga harus memastikan tidak ada obat-obat itu di apotek," pungkas dia.

Seperti diketahui, PCC beredar di beberapa kawasan di Indonesia. Di Kendari, tercatat ada 76 korban PCC, empat di antaranya meninggal. Mereka kebanyakan adalah remaja.

Di Jawa Tengah, tim Bareskrim Polri Direktorat Tindak Pidana Narkotika bersama Polres Banyumas menggerebek sebuah pabrik pembuatan PCC di Purwokerto beberapa hari lalu.


(NIN)