UGM Endus Keterlibatan Dosen di HTI Setahun Lalu

Ahmad Mustaqim    •    Jumat, 21 Jul 2017 17:05 WIB
pembubaran hti
UGM Endus Keterlibatan Dosen di HTI Setahun Lalu
Kantor HTI. Foto: MTVN/Juven Martua Sitompul.

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Delapan dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta diduga menjadi anggota dan simpatisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM telah mencabut badan hukum organisasi tersebut karena tak sesuai dengan ideologi pancasila. 

Pihak Rektorat UGM mengaku sudah mengetahui keterlibatan sejumlah dosennya di ormas HTI. Meskipun, pihak rektorat belum bisa memastikan langsung jumlahnya. 

"Kami sudah tahu lama (dosen terlibat di HTI), sudah satu tahun lalu. Tapi tidak bisa menjumlahnya," ujar Wakil Rektor UGM Bidang Sumber Daya Manusia dan Aset, Budi Santosa Wignyosukarto saat dihubungi Metrotvnews.com pada Jumat, 21 Juli 2017. 

Budi mengatakan, pihaknya menuduh langsung keterlibatan dosen UGM di HTI meski telah mendapat kabar itu. Menurutnya, perlu ada bukti riil untuk membuktikan hal tersebut. 

Baca: Delapan Dosen UGM jadi Pengurus dan Simpatisan HTI

Berkaitan dengan hal itu, lanjut Budi, UGM belum mengambil tindakan hingga saat ini. Jika dosen tersebut berstatus PNS, perlu suatu proses dengan mengacu pada UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2015 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS). 

"Jika yang bersangkutan berstatus PNS kewenangannya ada di Kementerian Ristek Dikti. Mereka telah disumpah sebelum diangkat menjadi PNS. Kami tak bisa memberikan tindakan langsung," ungkapnya. 

Ia menambahkan, pihaknya belum akan menggelar rapat soal untuk membahas keterlibat dosen di ormas HTI. Rektorat UGM masih menunggu petunjuk lapangan dan petunjuk teknis dari pemerintah pusat apabila hendak membahas hal itu. 

Menurutnya, kementerian pernah memecat dosen UGM karena melanggar sumpahnya menjadi PNS. Dosen yang dipecat itu bekerja untuk lembaga asing. 

"Kita menunggu arahan. Poin apa saja misalnya yang menjadi bahan evaluasi. Tak bisa hanya melihat (aspek) formal, tapi juga non formalnya seperti apa. Kami sejauh ini hanya mendapatkan informasi kinerja dari fakultas," ungkapnya. 

Sebelumnya, sebuah dokumen berjudul "Daftar Pengurus HTI se-Indonesia" mencatut sejumlah nama dari unsur PNS, profesional, hingga masyarakat sipil. Delapan diantaranya merupakan akademisi UGM. 

Akademisi UGM itu adalah AWH; RB (dosen FEB); IAF (dosen Sekolah Vokasi); H (dosen Fakultas Psikologi); HA (dosen MIPA); NH (dosen Fisika); MKR (Teknik Fisika); dan N (dosen Teknik Mesin). Mereka ada yang jadi pengurus dan juga simpatisan.

Metrotvnews.com telah mengonfirmasi MKR, salah satu dosen UGM yang namanya tercatat di dokumen itu pada Kamis, 20 Juli 2017. MKR mengaku menjadi anggota HTI beberapa tahun lalu dan menjadi pengurus di Kabupaten Bantul. 


(ALB)