Wali Kota Solo Larang Tamu Bawa Tas ke Ruang Kerja dan Rumahnya

Pythag Kurniati    •    Senin, 25 Sep 2017 18:53 WIB
Wali Kota Solo Larang Tamu Bawa Tas ke Ruang Kerja dan Rumahnya
Wali Kota Solo FX. Hadi Rudyatmo

Metrotvnews.com, Solo: Maraknya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada sejumlah kepala daerah membuat Wali Kota Solo FX. Hadi Rudyatmo mengambil sikap preventif. Rudy, sapaan akrab Hadi Rudyatmo melarang tamu yang menemuinya membawa tas.

"Siapapun tamu yang mau ke ruangan saya dilarang membawa tas," ungkap Rudy, Senin, 25 September 2017.

Larangan ini diberlakukan untuk mengantisipasi pihak-pihak yang berniat mengerjai atau menjebak dirinya. Larangan bakal diberlakukan tidak hanya di ruangan kerja Wali Kota di Kompleks Balai Kota Solo, rumah dinas dan rumah pribadinya.

Setiap tamu harus menjalani screening untuk tidak membawa tas ke dalam ruangan dan halaman rumah. "Staf dan keluarga semuanya sudah saya beritahu," tutur dia.

Wali Kota Solo mengaku akan menerbitkan surat edaran menindaklanjuti larangan tersebut. Ia pun telah memperingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berhati-hati dan tidak menerima suap.

"Selama ini kami sudah bekerja dengan tidak pernah menerima suap. Apalagi sekarang gaji dan honor masuk rekening semua,” katanya.

Kasus yang baru saja dialami oleh Wali Kota Batu, Jawa Timur Edi Rumpoko menurutnya menjadi pelajaran. Ia tidak ingin kasus yang sama juga dialami kepala daerah lain termasuk dirinya.

Eddy Rumpoko bersama anak buahnya, Edi Setyawan serta Direktur PT. Dailbana Prima Filipus Djap terjaring OTT pada Sabtu, 16 September 2017.

Berdasarkan keterangan, Wali Kota Batu tertangkap OTT setelah keluar dari kamar mandi. Eddy Rumpoko, saat OTT, sempat menyatakan tidak tahu-menahu soal uang yang dimaksud.

Ia diduga menerima suap dari Filipus Djap sebesar Rp500 juta terkait proyek belanja modal dan mesin pengadaan meubelair di Pemkot Batu tahun anggaran 2017.
(ALB)