DJP DIY Lakukan Upaya Genjot Pendapatkan Pajak

Patricia Vicka    •    Kamis, 27 Jul 2017 17:07 WIB
pajak
DJP DIY Lakukan Upaya Genjot Pendapatkan Pajak
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Wacana penurunan besaran pendapatan tidak kena pajak (PTKP) diprediksi meningkatkan pendapatan pajak di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Namun, Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jendral Pajak (DJP) DIY akan melakukan beragam upaya untuk menggenjot pendapatan pajak di DIY.

Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat (P2 dan Humas) Kanwil DJP DIY Sanityas Jukti Prawatyani mengatakan, peningkatan pendapatan pajak terjadi karena tingkat kepatuhan wajib pajak orang perorangan karyawan tertinggi dibandingkan wajib pajak lainnya. Maka, jika besaran PTKP diturunkan, akan banyak karyawan yang membayar pajak.

Data DJP DIY memperlihatkan, tingkat kepatuhan orang pribadi (OP) karyawan pada 2016 sebesar 75%. Sementara, badan usaha sebesar 67% dan OP non-karyawan 53%.

"Meningkat itu pasti (pendapatan pajak di DJP DIY). Tapi, kami belum menghitung berapa detail kenaikannya karena masih menunggu dari pusat. Tantangan kami sekarang mencari sumber lainnya untuk menggenjot pendapatan pajak DIY," kata Tyas di Kantor DJP DIY, Jalan Ringroad Utara, Depok, Sleman, Yogyakarta, Kamis 27 Juli 2017.

Upaya yang akan ditempuh DJP DIY untuk meningkatkan pendapatan pajak dilakukan melalui kegiatan ekstensifikasi dan mengoptimalkan pendapatan pajak dari WP perorangan non-karyawan serta badan usaha. Extensifikasi dilakukan dengan mencari sumber pajak baru dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) atau usaha baru yang sedang berkembang.

"Misalnya, ada toko bangunan baru yang muncul di Yogyakarta. Lalu kami cari tahu berapa besaran PPn yang harus dibayarkan pengusahan itu," katanya.

Selain itu, pihaknya juga lebih memverifikasi dan mencermati kembali besaran pajak yang dibayar oleh OP non-karyawan (pengusaha) dan badan usaha. Tujuannya, lebih mengoptimalkan besaran pajak yang didapatkan.

Selama ini, besaran pajak yang dibayarkan tidak sesuai dengan pendapatan dan harta OP pengusaha atau badan usaha. "Sekarang, pengusaha orang pribadi banyak yang bayar pajak nominalnya sama terus per bulan dan tahun. Padahal, usahanya makin berkembang, omzet makin naik. Mereka yang akan kami cek lagi benar tidak penghasilannya segitu," jelas Tyas.

Akibat kenaikan PTKP dari Rp3 juta per bulan menjadi Rp4,5 juta per bulan, pendapatan pajak OP karyawan pada 2016 menurun dibandingkan 2015. Pendapatan pajak OP 2016 sebesar Rp849,910 miliar. Sementara pada 2015 sebesar Rp915,384 miliar.

Sementara itu, realisasi penerimaan pajak 2016 meningkat dibandingkan realisasi 2015. Pada 2015, penerimaan pajak keseluruhan di DJP DIY berjumlah Rp3.942 triliun. Pada 2016, penerimaan pajak Rp4.135 triliun.


(NIN)