Jembatan Bambu Penghubung Dua Kabupaten

Rhobi Shani    •    Selasa, 01 Aug 2017 15:30 WIB
jembatan ambrol
Jembatan Bambu Penghubung Dua Kabupaten
Jembatan bambu penghubung dua desa antarkabupaten. (Metrotvnews.com/Rhobi Shani)

Metrotvnews.com, Jepara: Desa Karanganyar dan Desa Rejosari dipisahkan oleh sungai Serang. Namun, hanya ada jembatan bambu yang menghubungkan dua desa antarkabupaten itu.

Desa Karanganyar masuk di wilayah Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara. Sedangkan Rejosari, merupakan sebuah desa di Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Semula, dua warga desa beraktivitas dengan jembatan besi. Namun, jembatan itu ambrol pada Maret 2017 akibat dilintasi truk. Sejak itu, jembatan belum diperbaiki. Swadaya warga hanya bisa membangun jembatan dari bambu.

Pantauan Metrotvnews.com, Selasa, 1 Agustus 2017, jembatan darurat dibangun dari bambu sebagai tiang peyangga. Sementara, badan jembatan dibuat dari batang kayu kelapa. Tinggi jembatan dari permukaan air hanya empat meter.
 
Panjang jembatan 40 meter dengan lebar 1,5 meter. “Jadi kalau naik motor harus gantian, enggak bisa lewat bareng,” ujar Mustafirin, warga Desa Rejosari.
 
Tepat di samping jembatan darurat, tampak bangunan tiang penyangga jembatan. Mustafirin bilang, bakal tiang penyangga jembatan itu dibangun sejak setahun lalu. Namun, sampai saat ini belum ada tanda-tanda proyek pembangunan jembatan akan dilanjutkan.
 
“Sudah setahun ini kondisinya seperti itu, tidak dilanjutkan lagi. Yang bangun pemerintah Demak atau Jepara, saya tidak tahu,” kata Mustafirin.
 
Setiawan, warga Kecamatan Welahan, menyampaikan, jembatan tersebut merupakan akses utama bagi Desa Rejosari Kabupetan Demak. Meski secara administrasi tercatat sebagai warga Demak, namun warga setempat banyak yang bersekolah di SMP Negeri 3 Welahan dan berobat ke Puskesmas Welahan.
 
“Karena memang jaraknya lebih dekat. Selain itu, warga demak yang berdagang atau bekerja di Jepara juga lewat jembatan itu,” ungkap Setiawan.
 
Selain jembatan yang kini kondisinya memprihatinkan, ada jembatan lain yang dapat dilalui warga. Hanya saja, jarak yang harus ditempuh memutar sejauh 6 Km. 


(SAN)