Dua Pembalak Kayu di Tegal Diringkus Dalam Dua Pekan

Kuntoro Tayubi    •    Kamis, 18 May 2017 19:19 WIB
penyelundupan kayu
Dua Pembalak Kayu di Tegal Diringkus Dalam Dua Pekan
Ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Tegal: Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Balapulang Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, meringkus dua pembalak kayu liar di wilayah hutan lindung dalam dua pekan. Terakhir KPH menggagalkan upaya penyelundupan kayu jati sebanyak 23 batang. Harganya diperkirakan mencapai Rp20 juta.
 
"Dalam dua pekan ini, kami sudah menangkap dua orang pelaku yang akan menyelundupkan kayu dari hutan," kata Wakil Administratur KPH Balapulang Mugni, Kamis 18 Mei 2017.
 
Mugni menjelaskan, penangkapan dilakukan di Desa Dukuh Duren Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal, Kamis dinihari 18 Mei 2017. Kala itu, pelaku membawa kayu jati dengan sebuah truk. Di belakang truk, mobil jenis mini bus mengawal aksi penyelundupan itu. 

"Kami langsung menyetop mereka dan menanyakan surat keterangan sahnya hasil hutan (SKSHH). Ternyata, mereka tidak mengantongi surat itu," ungkapnya.

Pembalak kayu bernama Mohammad Solikhin, 29, warga Desa Jembayat Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal. Solikhin sudah diserahkan ke Polsek Balapulang untuk diproses lebih lanjut. Dia dijerat Pasal 12 huruf d Juncto Pasal 83 ayat 1 huruf a UU RI Nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan pengrusakan hutan.
 
"Hukumannya maksimal 10 tahun penjara atau denda  maksimal satu miliar," sambungnya.
 
Sebelumnya, KPH Balapulang, Kabupaten Tegal, juga menangkap seorang pembalak kayu dua pekan silam. Pelaku bernama Suwardi, 39, warga Desa Sojokerto, Kabupaten Wonosobo. 

Pelaku diketahui mengambil kayu di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tonjong, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pengarasan tanpa mengantongi SKSHH. 21 batang kayu sonokeling itu itu kini disita polis. Jika dirupiahkan, kayu itu harganya mencapai Rp48,2 juta.



(ALB)