Cerita Jokowi Dipameri Keris Presiden Rusia dan Turki

Pythag Kurniati    •    Rabu, 09 Aug 2017 15:11 WIB
museum
Cerita Jokowi <i>Dipameri</i> Keris Presiden Rusia dan Turki
Presiden Joko Widodo saat peresmian Museum Keris Nusantara di Kota Solo, Jateng, Rabu, 9 Agustus 2017. (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Museum Keris Nusantara di Kota Solo, Jawa Tengah, resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo, Rabu, 9 Agustus 2017. Presiden mengajak anak-anak muda dan masyarakat di Indonesia meresapi filosofi keris serta mengambil pelajaran darinya.

Keris dalam warisan budaya bangsa punya nilai filosofi yang sangat tinggi. Namun, dewasa ini, generasi muda lebih menyukai gawai dibandingkan memegang dan mempelajari keris. Menurut Jokowi, upaya mengejar kemajuan tidak boleh mengesampingkan tradisi dan nilai-nilai adiluhung.

Jokowi memaparkan, masyarakat dan generasi muda Indonesia pantas bangga memiliki keris. Lantaran pada tahun 2005, Unesco telah mengakui keris sebagai warisan budaya non-bendawi.

Selain itu, Jokowi melanjutkan, perjalanannya ke beberapa negara memantapkan anggapan bahwa keris digemari masyarakat dunia.

"Saat saya ke Turki, saya dipameri oleh Presiden Turki, keris yang sangat cantik dari Indonesia. Waktu saya ke Rusia, saya dipameri keris, oleh Presiden Rusia, yang berasal dari Indonesia, disimpan dalam ruangan khusus yang beliau miliki," urai Jokowi.

Ia menyebut kekaguman pemimpin-pemimpin dunia pada keindahan dan filosofi keris menjadi faktor utama mereka mengoleksi keris.

Presiden berharap Museum Keris Nusantara pertama di Indonesia itu dapat menjadi wujud penghargaan masyarakat terhadap seni budaya. Sekaligus menjadi sumber menggali inspirasi nilai budaya nusantara.

"Di museum ini, kita bersama-sama bisa melihat perjalanan sejarah keris, tombak, pedang, dan yang lainnya yang menjadi bagian warisan seni budaya Indonesia," katanya.

Museum Keris berdiri di Jalan Bhayangkara Nomor 2 Kota Solo, Jawa Tengah. Museum Keris dibangun di atas tanah Hak Pakai (HP) 26 dengan luas 6.966 meter persegi. Museum ini dibangun mulai tahun 2013 hingga 2017.

Tahun 2013, pembangunan meliputi pembangunan gedung dan bangunan Museum Keris dengan dana APBN sebanyak Rp7,9 miliar. Tahun 2014, pembangunan gedung dan museum tahap II dengan anggaran Rp 5,5 miliar. Sedangkan pada tahun 2016 pembangunan menelan anggaran Rp 8,4 miliar. Meliputi pengadaan lift, genset dan pengerjaan interior museum.

Tahun 2016, pemerintah kota juga menganggarkan APBD sebanyak Rp 1,2 miliar. Ditambah hibah dari CSR sebanyak 1,4 miliar

Museum Keris Nusantara saat ini memiliki 409 buah koleksi keris atau tosan aji dengan rincian bantuan hibah sebanyak 348 buah dan pinjaman sebanyak 61 keris. Selama satu bulan setelah diresmikan, Pemerintah Kota Solo menggratiskan tiket masuk Museum Keris Nusantara.


(SAN)