Koperasi Jaladipa, Wadah Driver Online Yogyakarta

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 24 Oct 2017 14:18 WIB
ojek onlinetaksi onlinetransportasi berbasis aplikasipolemik taksi online
Koperasi Jaladipa, Wadah Driver Online Yogyakarta
Spanduk Ikatan Pengemudi Online (IPO) Jogja terpasang di depan kantor Koperasi Jaladipa. Foto: MTVN/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Koperasi Jaladipa jadi wadah para sopir atau driver transportasi online di Yogyakarta. Berdiri di bidang tour dan pariwisata, Jaladipa memiliki hampir seribu anggota driver kendaraan sistem online.

Pengelola Jaladipa, Sugeng Purnomo, mengatakan Jaladipa ada sebelum kendaraan sistem online menjamur. Kemudian, Jaladipa merekrut para driver kendaraan sistem online sebagai anggota pada awal 2017.

Jaladipa sengaja merekrut para driver online sebagai anggota untuk saling membantu. Ia mengatakan banyak para driver yang dulu tak memiliki pekerjaan, namun mendapatkan pendapatan yang baik setelah menjadi mitra.

"Kami melakukan perekrutan anggota sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2016. Kami memberlakukan persyaratan-persyaratan bagi pendaftar," kata Sugeng ditemui di kantor Jaladipa di Jalan Cemara 2 Nomor 48 RT 2 RW2 Daengan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta pada Selasa, 24 Oktober 2017.

(Baca: Sembilan Poin terkait Revisi Peraturan Taksi Online)

Salah satu persyaratan pendaftar yakni Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Selain itu, kata dia, kendaraan yang dipakai pendaftar harus atas nama pribadi.

Menurut dia, driver anggota Jaladipa mendapat manfaat keanggotaan. Selain memiliki kartu identitas, Jaladipa membantu driver apabila menemukan masalah saat menjalankan kerjanya.

"Misalnya kita ada derek gratis. Kami juga kerja sama dengan dua bengkel, tiga tempat cucian mobil, dan satu penyedia ban. Kami juga memberikan update informasi lewat grup sosial media setiap ada perkembangan," ujarnya.

(Baca: Taksi Online Diwajibkan Memakai Stiker Khusus)

Pihak Koperasi Jaladipa menerima 20 persen bonus anggota sebagai potongan untuk pajak. Namun, hingga saat ini, sudah ada sekitar 900 driver yang menjadi anggota Koperasi Jaladipa. Kebanyakan mereka menjadi driver Grabcar dan Gocar. Namun, dari jumlah tersebut hanya sekitar 300-400 driver yang aktif.

"Ada yang part time, ada yang full time. Ada yang hanya weekend jadi driver. Driver anggota Jaladipa di dalam IPO atau Ikatan Pengemudi Online Jogja," ucapnya.

Ia menambahkan, potongan 20 persen dari pendapatan bonus itu sebagai sikap taat pajak. Selain itu, para driver juga dilarang melanggar zona merah bagi kendaraan sistem onlie.

"Ke depan kita menyiapkan mengikuti aturan pemerintah, yakni uji KIR. Ke depan semua driver akan menjalani uji KIR," katanya.

(Baca: Kewajiban Perusahaan Aplikasi Taksi Online versi Aturan Baru)

Seorang driver Gocar, Benediktus Ari mengungkapkan memperoleh kenyamanan beroperasi di lapangan. Beberapa hal yang ia peroleh yakni biaya servis, asuransi, hingga cuci mobil ditanggung 50 persen.

"Ada juga fasilitas pinjaman lunak, kredit hpm dan kendaraan. Per minggu iuran Rp35 ribu, menurut saya tidak terlalu berat," ujarnya.







 


(SUR)