Siklon Tropis Cempaka

Jembatan Darurat Dibangun, Dusun di Imogiri Tak Lagi Terisolasi

Patricia Vicka    •    Senin, 04 Dec 2017 20:04 WIB
tanah longsorcuaca ekstrembencana alambencana banjirsiklon tropis cempaka
Jembatan Darurat Dibangun, Dusun di Imogiri Tak Lagi Terisolasi
Jembatan sementara yang dibangun warga Dusun Wunut, Immogiri, Senin, 4 Desember 2017. Foto: Medcom.id / Patricia Vicka

Yogyakarta: Warga Dusun Wunut Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Bantul, tak lagi terisolasi. Jembatan sementara yang menghubungkan jalanan antar di dusun tersebut sudah diperbaiki dan bisa dilewati.

Akses ke dusun ini sebelumnya sempat terputus akibat jembatan penghubung tergerus banjir Sungai Oya. Kepala Dukuh Wunut Sugiyatno menyebut jembatan dibangun lewat swadaya dan gotong royong warga sejak Jumat, 1 Desember 2017.

Jembatan dibuat dari bahan papan dan balok kayu yang disusun melintang. Di bawahnya diberi alas karung pasir agar tidak longsor. Sementara di sisi kiri dan kanan jembatan diberi bambu sebagai pembatas.

"Jembatan ini bersifat sementara saja buat tempat lewat penduduk. Semoga Pemda bisa segera membuatkan jembatan permanen," ujar Sugiyanto ditemui di sela-sela pembangunan jembatan, Senin, 4 Desember 2017.

Distribusi logistik korban banjir di tiga RT di dusun bisa tersalurkan dengan lancar usai jembatan darurat selesai dibangun. Aktifitas dan kegiatan ekonomi warga juga sudah kembali normal.

(Baca: Warga Korban Banjir Bantul Telah Pulang dari Pengungsian)

Seluruh warga yang sempat mengungsi, sudah kembali ke rumah masing-masing. "Kebutuhan makanan warga cukup. Hanya saja kami butuh obat-obatan penghilang gatal," ucap pria berkulit sawo matang ini.

Saat cuaca ekstrim melanda, setidaknya ada 50 rumah di Dusun ini terendam air luapan sungai Oya. Lima belas rumah diantaranya rusak berat. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Selain membangun jembatan, pagi tadi warga beramai-ramai membersihkan jalan penghubung dusun dari lumpur dan sampah sisa banjir dengan peralatan seadanya. Warga menyingkirkan lumpur yang menutupi jalanan aspal. Pekan lalu, warga sudah bergotong-royong membersihkan rumah warga yang terendam.

Di Lokasi yang sama Kepala BPBD Bantul Dwi Daryono mengatakan warga yang rumahnya rusak berat akan mendapat bantuan dari BPBD. Bantuan diberikan berupa bahan bangunan. "Kami sedang mendata berapa rumah yang rusak. Berapa jalanan atau jembatan yang perlu segera diperbaiki dan lainnya," ujar Dwi.

(Baca: Kerugian Akibat Banjir di Bantul Ditaksir Melibihi Rp5 Miliar)


(SUR)