Pilgub Jabar 2018

Ridwan Kamil Enggan Dikaitkan dengan Surat Rekomendasi Golkar

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 03 Oct 2017 16:58 WIB
pilkada 2018
Ridwan Kamil Enggan Dikaitkan dengan Surat Rekomendasi Golkar
Ridwan Kamil (kedua dari kanan), MTVN - Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Sleman: Ridwan Kamil angkat menanggapi surat diduga palsu yang berisi rekomendasi Partai Golkar untuk mendukungnya di Pemilihan Gubernur Jawa Barat. Namun pria yang akrab disapa Emil itu enggan mengaitkan dirinya dengan surat tersebut.

Emil yang kini menjabat sebagai Wali Kota Bandung itu mengaku tak mau berkomentar banyak. Namun bila ada kecocokan dengan partai maupun calon lain, Emil membuka tangan dan hatinya.

Baca: Pendukung Dedi Mulyadi Minta Golkar Lapor Polisi Terkait Surat `Bodong`

"Prinsipnya cocok, mari (maju) bersama. Kalau tidak (cocok), jangan dipaksakan," ujar Emil ditemui usai peresmian perubahan nama jalan Arteri Yogyakarta di simpang empat Jombor Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa 3 Oktober 2017. 

Emil mengaku bersedia berpasangan dengan siapa yang cocok dengan syarat diproses dengan prosedur yang baik oleh partai pengusung. Ia mengaku masih bingung mengenai surat rekomendasi partai Golkar yang sempat beredar. 

"Saya tak ada kaitannya dengan surat rekomendasi yang beredar. Saya hanya pengantin yang mau dilamar, kalau tidak cocok nggak masalah," ujarnya. 

Ia menegaskan tak mengetahui persis wujud asli surat itu. Emil hanya meminta publik melihat kebenarannya dalam beberapa waktu ke depan. 

Terkait keputusan maju Pilgub Jabar 2018, Emil mengatakan sudah mendapatkan dukungan politik. Ia menyebut PPP sudah proses penyelesaian untuk memberikan dukungan 

"PPP sedang finalisasi. Jika PPP masuk, insya Allah saya maju Pilkada Jabar 2018," kata dia. 

Pertengahan September 2017, beredar surat keputusan Dewan Pimpinan Pusat Golkar yang menetapkan dukungan untuk Ridwan Kamil dan Daniel Mutaqien Syafiuddin sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur Jabar. Surat yang berstatus rahasia itu ditandatangani Ketua Umum Golkar Setya Nocanto dan Sekjen Golkar Idrus Marham.

Namun, surat tak mencantumkan nomor dan tanggal penetapan keputusan. Tertulis, surat ditembuskan ke beberapa pihak seperti Ketua Harian DPP Partai Golkar, Ketua Korbid PP Indonesia-I DPP Partai Golkar, Ketua Bidang PP Jawa I DPP Partai Golkar, Bendahara DPP Partai Golkar, dan DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Barat.

Belakangan, Idrus Marham menyebut surat tersebut bodong karena Partai Golkar tak pernah secara resmi mengeluarkannya. Surat tersebut bodong karena tak memiliki tanggal, nomor surat, dan stempel partai.

Idrus menambahkan, surat pengusungan itu bukan satu-satunya yang beredar. Setidaknya ada dua surat lagi yang beredar. Keduanya menyebut Partai Golkar mengusung pasangan lain.


(RRN)