Pesona Batik di Pasar Beringharjo

Patricia Vicka    •    Rabu, 08 Nov 2017 15:19 WIB
revitalisasi pasar
Pesona Batik di Pasar Beringharjo
Suasana di depan Pasar Beringharjo Yogyakarta, Rabu 8 November 2017, MTVN - Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Batik menjadi pesona bagi Pasar Beringharjo Yogyakarta. Komoditas itu menjadi modal Pasar Beringharjo sebagai nominasi penerimaan Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017 dalam kategori Objek Wisata Belanja Terpopuler. 

Pasar berlokasi di Kawasan Malioboro, di bagian selatan. Tepatnya, di Jalan Jenderal Ahmad Yani. Di pasar tersebut, beragam jenis batik menjadi incaran pembeli. Mulai dari pakaian, bahan kain, hingga pernak pernik. Pembelinya pun bukan dari Yogyakarta saja, tapi juga daerah lain, bahkan luar negeri.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono mengatakan batik memang jadi produk unggulan di Pasar Beringharjo. Jadi pasar legendaris itu kerap menjadi target berburu batik.

"Pasar ini masuk destinasi wisata favorit dan andalan wisatawan belanja para wisatawan. Barang yang jadi ciri khasnya di sana ya batik," ujar Yunianto melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Rabu 8 November 2017.

Pasar dibangun pada 1925. Saat masuk melalui pintu utama, puluhan kios berjejer. Barang dagangan nyaris sama yaitu berjenis batik.

Penjualan batik difokuskan di lantai dasar di sisi sayap Barat. Sementara sisi dan lainnya menjual beragam produk seperti bahan makanan, bumbu, dan kebutuhan rumah tangga.

Kios batik yang paling sesak dengan wisatawan saat akhir pekan. Para pedagang dengan semangat menawarkan batiknya kepada pengunjung yang lewat. Sementara pengunjung sibuk menawar harga batik.

Yunianto menjelaskan wisatawan mengenal Pasar Beringharjo sebagai tempat berbelanja batik murah. Jenis dan bentuknya beragam.

"Harga batik murah, bisa ditawar. Mulai dari warga hingga orang kaya berkunjung ke Pasar Beringharjo," lanjut Yunianto.

Nilai histori pasar juga menjadi favorit pengunjung, walau sekadar jalan-jalan. Keberadaan Pasar Beringharjo sebagai pelengkap fasilitas Keraton Yogyakarta.

Itu sesuai dengan kepercayaan masyarakat Jawa. Bila ada keraton, masjid dan pasar juga dibangun di sekitarnya.

Dulu, lokasi pasar berupa hutan pohon beringin. Keraton Yogyakarta dibangun pada 1758. Di daerah yang menjadi cikal bakal pasar ramai jual belu.

Kemudian pada 1925, pihak keraton membangun kios. Sri Sultan Hamengkubuwono VII memberikan nama Beringharjo pada pasar tersebut, yang artinya wilayah beringin yang membawa kesejahteraan.

"Lantaran itu, kami ajukan pasar ini sebagai nominasi API Karena daya tarik wisatawan dan nilai historis sejarahnya," beber Yunianto.

Pada kompetisi API 2017, Pasar Beringharjo bersaing dengan pasar nominasi lain di antaranya Nagoya Hill Kota Batam, Pasar Bawah Kota Pekanbaru, Pasar  Atas Bukit Tinggi, Pasar Kebun Sayur Kota Balikpapan, Pasar Tanah Abang Jakarta.

Pemungutan suara dalam ajang tersebut telah selesai dilaksanakan yaitu pada Juni 2017 hingga Oktober 2017. Sementara Malam Penghargaan Anugerah Pesona Indonesia 2017 digelar pada November 2017.


(RRN)