Warga Gunungkidul Kekurangan Air Bersih

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 13 Dec 2017 12:39 WIB
siklon tropis cempaka
Warga Gunungkidul Kekurangan Air Bersih
Petugas Kepolisian mengevakuasi korban banjir di Gunungkidul, DI Yogyakarta -- ANT/Andreas Fitri Atmoko

Gunungkidul: Sebanyak 42 Kepala Keluarga (KK) di Desa Sidoarjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kekurangan air bersih. Krisis air bersih terjadi sejak banjir besar menerjang Gunungkidul akibat Siklon Tropis Cempaka pada 28 November 2017.

Kepala Desa Sidoarjo Evi Nur Cahyani mengatakan sejumlah infrastruktur rusak diterjang banjir, termasuk saluran air milik PDAM. Akibatnya, pemenuhan air bagi warga terganggu.

Menurut Evi, banjir juga menyebabkan tempat penampungan air hujan (PAH) milik warga kotor dan tidak bisa digunakan. "Hingga saat ini, sudah ada relawan yang mengirimkan bantuan air bersih sebanyak 25 tangki," kata dia, Selasa, 12 Desember 2017.

Evi juga mengaku telah berkomunikasi dengan Badan Penanggungan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul terkait krisis air bersih. Ia meminta BPBD bisa memberikan bantuan air bersih bagi warga.

"Selain bantuan air bersih, bisa makanan atau bantuan lain buat warga terdampak bencana," kata dia.

(Baca: BPBD DIY Sebut Gunungkidul dan Bantul Alami Dampak Bencana Terparah)

Terpisah, Kepala Seksi Logistik dan Kedaruratan BPBD Gunungkidul Sutaryono menyatakan lembaganya mulai mengirimkan bantuan ke warga Desa Sidoarjo. Tidak hanya bantuan air bersih, tapi juga logistik berupa makanan.

"Memang di sana kekurangan air. Sudah kita kirimkan makanan dan sejumlah kebutuhan lainnya," ucapnya.

Berdasarkan data dari BPBD Gunungkidul, ada 18 kecamatan terdampak bencana akibat Siklon Tropis Cempaka. Bencana yang terjadi merusak sejumlah infrastruktur, kantor pemerintahan, dan rumah warga.

Sutaryono menyebut kerusakan terdapat di 128 titik. Mulai dari jembatan sebanyai 33 titik, talud 111 titik, saluran drainase 26 titik, saluran irigasi tiga titik, jaringan air bersih 15 titik, jaringan listrik 22 titik, rumah rusak berat 150 unit, rumah rusak sedang 94 unit, rumah rusak ringan 158 unit, tempat ibadah satu unit, fasilitas kesehatan satu unit, fasilitas pendidikan 26 unit, fasilitas perdagangan 21 unit, sarana pariwisata 17 titik, serta enam kantor pemerintahan.

Saat ini, BPBD tengah melakukan verifikasi dengan dinas terkait soal titik-titik kerusakan tersebut. "Nanti dikirim bantuan jika selesai (verifiksi)," kata Sutaryono.

Pemerintah, lanjut Sutaryono, juga mengupayakan memberikan bantuan perbaikan rumah. Bantuan berupa material, seperti asbes, seng, semen, dan kalsibot. Sedangkan, fasilitas umum akan diperbaiki Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) serta Bappeda.


(NIN)