Beras Cadangan Pangan untuk Bantuan ke Nelayan Jepara Kurang

Rhobi Shani    •    Minggu, 24 Dec 2017 20:06 WIB
nelayan
Beras Cadangan Pangan untuk Bantuan ke Nelayan Jepara Kurang
Kapal nelayan di Jepara bersandar di pelabuhan karena cuaca buruk. Foto: Medcom.id/Rhobi Shani

Jepara: Tanda-tanda munculnya musim angin barat mulai dirasakan nelayan. Gelombang tinggi mengakibatkan nelayan tak berani melaut sejak beberapa hari terakhir memaksa bergantung ke utang untuk makan.

Guna memenuhi kebutuhan pangan keluarga nelayan terdampak musim angin barat, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Jepara, Jawa Tenga, mengajukan bantuan beras cadangan pangan sebanyak 62 ton. Namun sayang, cadangan beras cadangan yang dimiliki pemerintah Jepara terbatas.

Ketua HNSI Kabupaten Jepara Sudiyatno menyebut rencananya akan ada bantuan beras cadangan pangan yang diajukan kepada pemerintah daerah akan dibagikan secara merata kepada 11 ribu kepala keluarga nelayan.

"Tahun lalu mendapat 55 ton. Rinciannya, dari Pemprov dapat 10 ton, dari DKPP (Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian) sebanyak 37 ton, dan Dinas Sosial Jepara sebanyak 8 ton,” beber Sudiyatno, Minggu 24 Desember 2017.

Lebih lanjut Sudiyatno mengungkapkan, bantuan yang diajukan kepada pemerintah daerah Kabupaten Jepara tak semuanya dipenuhi. Dari 62 ton bantuan yang diajukan, hanya dikabulkan 30 ton dari DKPP. Selain itu, sebanyak 9 ton dari Dinas Sosial dan Pemerintahan Desa.

“Bantuan itu kemungkinan baru bisa turun tahun 2018. Kekurangannya kami berusaha untuk mencari bantuan dari provinsi,” kata Sudiyatno.

(Klik: DKPP Jepara Segera Kucurkan 30 ton Beras untuk Nelayan)
 
Berkait musim baratan (angin dan gelombang kencang)‎, Sudiyatno memperkirakan akan berlangsung lebih lama. Namun demikian, dirinya berharap agar cuaca buruk tidak berlangsung terlalu lama.

"Sekarang saja curah hujan sekitar 300 milimeter, belum lagi pada bulan Januari nanti bisa diperkirakan meningkat. Hanya saja kami berharap agar hujanya bisa agak reda di penghujung Februari, agar nelayan tidak terlalu lama di rumah," pungkas Sudiyatno.

(Baca: Tak Melaut Sepekan, Nelayan Bergantung Utang)
 


(SUR)