Pengikut: Saya Yakin Yang Mulia Bisa Gandakan Uang

Kuntoro Tayubi    •    Minggu, 09 Oct 2016 14:26 WIB
dimas kanjeng taat pribadi
Pengikut: Saya Yakin Yang Mulia Bisa Gandakan Uang
Karnoto menunjukkan jadwal kegiatan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, saat ditemui di rumahnya. (Foto-foto: Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi)

Metrotvnews.com, Tegal: Seorang warga Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, diketahui menjadi pengikut Taat Pribadi. Pria bernama Karnoto, 47, warga Desa Pedeslohor, Kecamatan Adiwerna itu meninggalkan Padepokan Dimas Kanjeng beberapa saat setelah polisi menangkap junjungannya itu.

Kapolsek Adiwerna AKP Toto Sayogo mengaku sudah melakukan penyelidikan ihwal keikutsertaan Karnoto di Padepokan Dimas Kanjeng. "Saat ini, kami hanya mengumpulkan informasi dari saksi-saksi," kata perwira polisi ini, Minggu (9/10/2016).

Dari keterangan sejumlah teman dan tetangganya, pria yang sehari-hari berjualan nasi goreng itu menjadi pengikut Padepokan setelah diajak pamannya yang tinggal di Bekasi.

Setelah bergabung, Karnoto pernah dua kali datang ke Padepokan dengan membawa uang total Rp30 juta, masing-masing Rp20 juta dan Rp10 juta. Uang yang diduga sudah disetorkan ke Dimas Kanjeng tersebut merupakan hasil menjual gerobak nasi goreng yang biasa digunakan Karnoto untuk berjualan di Bekasi.

"Informasinya sekarang dia bangkrut," ujar Toto.



Toto menegaskan informasi tersebut baru berasal dari sejumlah teman dan tetangga Karnoto yang mengetahui jika Karnoto ikut menjadi pengikut Dimas Kanjeng. Pihaknya sama sekali tidak menyentuh kasus ini.

Tidak merasa dirugikan

Ditemui terpisah, Karnoto justru merasa tak menderita kerugian apa-apa. Dia juga tak menampik bila dirinya menjadi pengikut Taat Pribadi.

‎"Kalau pengikut iya, tapi saya tidak merasa dirugikan. Uang dari mana? Cuma bayar semacam pendaftaran saja. Itu atas dasar kerelaan kita. Untuk pembangunan padepokan," ungkapnya saat ditemui di rumahnya, RT 13 RW 03 Desa Pedeslohor.

Karnoto enggan menyebut nominal uang yang diberikan ke Taat Pribadi. Dia mengikuti Dimas Kanjeng di Probolinggo sejak setahun belakangan, atas informasi dari internet.


Karnoto menunjukkan jadwal kegiatan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, saat ditemui di rumahnya.

"Motivasi saya amalaiah. Tidak ada motivasi harta. Kalau seperti yang disebut di berita ada yang menyetor uang itu sampai miliaran saya kurang tahu. Mungkin saja itu sebagai ganti mahar, jadi dia dapat apa, semacam souvenir," ujarnya.

Walau membantah menyetor uang, Karnoto percaya jika Taat Pribadi bisa menggandakan uang. Dia mengaku pernah melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana Taat memunculkan uang dari tubuhnya secara gaib.

"Saya yakin Yang Mulia (Taat Pribadi) bisa menggandakan uang," ucapnya.

Saat ditemui, Karnoto baru sekitar satu pekan berada di rumah setelah pulang dari Padepokan Dimas Kanjeng di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Probolinggo.‎

Sebelum pulang ke rumahnya, Karnoto sudah sekitar satu bulan berada di padepokan. Karnoto turut menyaksikan saat ribuan polisi menggerebek Padepokan dan menangkap Taat Pribadi.



"Dengan adanya berita seperti itu keluarga jadi resah. Akhirnya saya pulang. Padahal di situ tidak ada apa-apa. Menurut saya tidak ada yang melanggar syariat. Tidak ada yang sesat di sana. Kegiatannya salah satunya istighosah," kata dia.

Karnoto masih berniat untuk kembali ke Padepokan. Dia tak percaya jika Taat Pribadi terlibat pembunuhan seperti disangkakan polisi.

"Kalau sudah ada keputusan hukum bisa saja ke sana lagi," pungkasnya.


(SAN)