Penyelundup Sabu 97 Kg Asal Pakistan Lolos Hukuman Mati

   •    Selasa, 15 Nov 2016 15:03 WIB
sabu
Penyelundup Sabu 97 Kg Asal Pakistan Lolos Hukuman Mati
Ilustrasi. Foto: Antara/Rosa Panggabean

Metrotvnews.com, Semarang: Faiq Akhtar, warga Pakistan, terdakwa penyelundupan 97 kilogram sabu-sabu yang dibongkar Badan Narkotika Nasional di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, lolos dari hukuman mati.

Hakim Ketua Sartono dalam sidang di PN Semarang, Selasa 15 November 2016, menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup. Putusan tersebut jauh lebih ringan dibanding tuntutan jaksa yakni pidana mati.

"Terdakwa bukan otak dari jaringan pengedar sabu Pakistan," kata hakim ketua ketika membacakan hal yang meringankan dalam perkara terdakwa, seperti dilansir Antara. Menurut dia, terdakwa hanya berperan mengurusi keuangan jaringan pengedar narkotika itu. 

Dalam putusannya, hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 113 ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Adapun pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan penjara seumur hidup tersebut, perbuatan terdakwa sebagai bagian dari jaringan pengedar sabu Pakistan telah meresahkan masyarakat, merusak generasi muda dan dilakukan secara terorganisasi.

Selain itu, terdakwa dinilai tidak berterus terang selama persidangan. Usai mendengar putusan hakim, Faiq yang diminta berdiri saat pembacaan amar putusan langsung terjatuh.

Office boy di PT Haniya Khan Shaza Haji dan Umroh Jakarta itu sempat hilang kesadaran hingga terjatuh. Petugas kejaksaan dan kepolisian yang bertugas langsung memberikan pertolongan.

Sementara atas putusan tersebut, baik jaksa penuntut umum maupun penasihat hukum terdakwa masih menyatakan pikir-pikir.


(UWA)