Bahas Performa Seks, Pensiunan Guru Tewas oleh Pacarnya

Kuntoro Tayubi    •    Sabtu, 12 Nov 2016 11:50 WIB
penemuan jenazah
Bahas Performa Seks, Pensiunan Guru Tewas oleh Pacarnya
Gelar perkara pencurian dengan pemberatan di Mapolres Pekalongan, Jawa Tengah. Foto: Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi

Metrotvmews.com, Pekalongan: Jajaran Satuan Reskrim Polres Pekalongan, Jawa Tengah, mengungkap motif di balik penemuan sesosok mayat perempuan tanpa identitas di Jalan Desa Ponolawen, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa 8 November lalu. 

Diketahui, korban bernama Sumarti, 60, pensiunan guru, warga Desa Sidosari, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan. Korban tewas dibunuh pacarnya Ruslani, 37, kondektur bus Dewi Sri jurusan Pekalongan-Jakarta. Pelaku merupakan warga Desa Ponolawen Kulon, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan.

Di hadapan petugas, pelaku mengaku sakit hati dan tersinggung dengan perkataan korban yang menyebut kelaminnya berukuran kecil, lemas, dan kurang mantap. Selain itu, korban juga memaksa pelaku menceraikan istrinya dan menikah dengan korban.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Djarot Padakova, saat gelar perkara di Mapolres Pekalongan menyatakan, dalam waktu kurang dari 1x24 jam pelaku dapat diringkus di tempat persembunyiannya di Comal, Kabupaten Pemalang. Petugas meletuskan dua timah panas di kaki pelaku karena berusaha kabur.

“Penyidik masih mengembangkan kasus ini, termasuk motif lainnya yang melatarbelakangi pelaku tega menghabisi nyawa korban,” kata dia, Sabtu (12/11/2016).

Dijelaskan Djarot, kronologi kejadian bermula saat pelaku bepergian bersama dengan korban. Saat perjalanan pulang antara pelaku dan korban terlibat pertengkaran.

Sesampainya di jalan yang sepi, tepatnya di jalan Desa Ponolawen, pelaku memukuli korban menggunakan benda tumpul. Akibatnya tempurung kepala belakang korban pecah dan tewas.

“Kemudian pelaku membawa kabur barang-barang milik korban. Dehingga, kasus ini merupakan kasus pencurian dengan kekerasan,” tambahnya.

Dari tangan pelaku, disita barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Honda Beat, uang sebesar Rp950 ribu, ponsel, dan sejumlah perhiasan milik korban.

Tersangka dijerat Pasal 338 junto 365 KUHP, dengan ancaman lebih dari 15 tahun penjara.

Selasa 8 November lalu warga Desa Ponolawen, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan tanpa identitas yang diduga menjadi korban pembegalan lantaran barang berharga milik korban hilang.


(UWA)