Petani Tegal Terancam Gagal Panen

Kuntoro Tayubi    •    Jumat, 27 Jul 2018 17:07 WIB
gagal panen
Petani Tegal Terancam Gagal Panen
Sawah kering di Tegal, Jawa Tengah. (Medcom.id/Kuntoro Tayubi)

Tegal: Tanaman padi milik petani di wilayah pantura Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, terancam gagal panen. Hal itu karena imbas dari kekeringan yang melanda di wilayah tersebut sejak satu bulan terakhir. 

Salah satu lahan pertanian yang mengering berada di Desa ‎Kedungkelor, Kecamatan Warureja. Petani di wilayah ini yang biasanya mengandalkan pengairan dari bendungan Cipero kesulitan mendapatkan air untuk mengairi sawah mereka. 

"Sudah satu bulan ini mengering. Kekurangan air," kata Sugiri, petani Warureja, Jumat, 28 Juli 2018.

Akibat kekurangan air, pertumbuhan tanaman padi di lahan seluas satu bau ( 7.096 m²) milik Sugiri terganggu.‎ Dia khawatir tanamannya akan gagal panen. "Banyak yang kopong karena kekurangan air. Padahal ini tinggal satu bulan lagi dipanen," ujarnya.

Sugiri mengaku harus mengeluarkan biaya lagi untuk menyewa mesin diesel agar sawahnya bisa terairi. Biaya sewa Rp100 ribu per hari.‎ Itu belum termasuk bahan bakar. 

"Kalau tidak pakai diesel, tidak ada air sama sekali. Air bendungan sampai sini sedikit karena banyak yang makai dan digilir hanya tiga kali seminggu," keluhnya.

Jika air melimpah, biaya yang dikeluarkan Sugiri dari tanam hingga panen sekitar Rp6 ‎juta. Di musim kemarau ini pengeluarannya membengkak hingga puluhan juta. "Kalau kekeringan begini bisa puluhan juta. Sehari Rp250 ribu ada untuk sewa diesel, beli bensin minimal 10 liter," imbuhnya. 

Hal senada diungkapkan petani lainnya Sugeng, 53. Lahan pertaniannya sudah mengering sejak dua bulan terakhir. Dia juga harus menggunakan mesin diesel untuk menyedot air dari sungai atau tanah untuk menyelamatkan tanaman padi miliknya. 

"Kalau dari sungai bisa menyedot 10 liter. Tapi kalau dari bumi (tanah) 20 liter tidak cukup," ujarnya.

Pegawai Kecamatan Warureja, Asikin membenarkan jika di wilayahnya saat ini kesulitan mendapatkan air irigasi. Petani terpaksa menggunakan mesin diesel untuk menyedot air. 

"Kalau tidak menyedot, sawahnya bakal mengering. Dan tentunya gagal panen," ucapnya singkat.


(ALB)