Brebes Waspada Bencana Jelang Musim Hujan

Kuntoro Tayubi    •    Jumat, 05 Oct 2018 17:27 WIB
bencana longsorbencana banjir
Brebes Waspada Bencana Jelang Musim Hujan
Proses evakuasi warga terseret banjir di Brebes, Jawa Tengah., Februari silam (Medcom.id/Kuntoro Tayubi)

Brebes: Menghadapi musim penghujan yang segera tiba, Pemerintah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mulai mempersiapkan diri. Apalagi tahun ini, kota bawang merah ini telah dilanda bencana alam dari banjir, tanah bergerak, tanah longsor, hingga angin langkisau.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes, Muslikhin, mengatakan masyarakat diminta waspada akan potensi bencana alam terutama daerah-daerah rawan bencana mengingat musim penghujan segera tiba. 

“Di Kabupaten Brebes sendiri, terdapat berbagai kerawanan bencana alam seperti tanah longor, tanah bergerak, banjir, dan angin puting beliung,” katanya, Jumat, 5 Oktober 2018. 

Pada musim hujan, Brebes memang rawan bencana, terutama banjir dan longsor. Rawan longsor terdapat di wilayah Brebes Selatan, meliputi Kecamatan Bumiayu, Ketanggungan, Bantarkawung, Larangan, Banjarharjo, Salem, Tonjong, Sirampog, dan Paguyangan.

Sedangkan, daerah rawan banjir terdapat di wilayah Brebes utara, antara lain Kecamatan Brebes, Wanasari, Tanjung, Losari, Bulakamba, Jatibarang, serta sebagian wilayah Brebes selatan.

Dengan letak kondisi yang rawan bencana alam, perlu adanya peningkatan Sumber Daya Manusia dalam penanganan bencana, termasuk para relawan. Pelatihan Penilaian Kerusakan dan Kerugian Bencana Alam menjadi salah satu cara untuk meningkatkan SDM tersebut.

“Saat ini kami telah melatih relawan kebencanaan yang ada di Brebes Selatan dan Utara. Dengan adaya pelatihan, diharapkan para relawan mampu membuat pelaporan kebencanaan yang akurat sebagai sumber data yang akan digunakan pemerintah dalam penanganan kebencanaan selanjutnya,” tutur Muslikhin.

Tanah longsor melanda Desa Pasirpanjang pada 22 Februari 2018 lalu menyebabkan 14 orang meninggal dunia, 4 orang hilang, 4 orang luka-luka, dan 18 orang selamat. Tanah longsor terjadi di hutan produksi milik Perhutani BKPH Salem Petak 26 RPH Babakan. Selain memakan korban jiwa, longsor juga membuat jalur provinsi terputus. Jalan yang tertutup material longsong membuat jalur tersebut tidak bisa dilewati kendaraan.

Selain tanah longsor, banjir menyerbu perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat di Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Jumat, 23 Ferbruari 2018. Ribuan warga mengungsi akibat jebolnya tanggul Sungai Cisanggarung. Pusdalops BPBD Kabupaten Brebes menyebutkan ada 17 Desa yang terdampak jebolnya tanggul Sungai Cisanggarung di sembilan titik. Selain itu, dampaknya diperparah dengan jebolnya Benteng Kalibancang.

Selain tanah longsor dan banjir, bencana tanah bergerak juga menyerang Kabupaten Brebes, 3 Maret 2018. Sedikitnya 74 rumah warga rusak berat dan ringan. Selain itu, jalan penghubung antar desa juga ambles. 

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Brebes, Gatot Rudiono , mengatakan sedikitnya 468 rumah milik warga rusak akibat bencana alam di Brebes saat itu. Ratusan bangunan tersebut berada di daerah terdampak bencana banjir, longsor, tanah bergerak dan puting beliung.

“Rumah warga tersebut tersebar di 26 desa, di 10 Kecamatan yang dilanda bencana banjir, longsor, tanah bergerak dan puting beliung. Di antaranya, Kecamatan Losari, Ketangungan, Jatibarang dan Larangan. Daerah tersebut terdampak banjir,” katanya.

Kemudian, di Kecamatan Tonjong dan Sirampog akibat bencana tanah bergerak. Selanjutnya di Kecamatan Salem dan Bantarkawung akibat bencana tanah longsor. Sedangkan di Kecamatan Wanasari akibat puting beliung.


(ALB)