Polisi Periksa Kakak Balita Korban Penyiksaan Majikan

Patricia Vicka    •    Senin, 21 Nov 2016 19:06 WIB
penganiayaan anak
Polisi Periksa Kakak Balita Korban Penyiksaan Majikan
DL (berjilbab), kakak balita JM, saat mendatangi Mapolda DIY didampingi Taufiqurrahman (baju merah), Senin (21/11/2016). (Metrotvnews.com/Patricia Vicka)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Penyelidikan kasus kekerasan yang menimpa JM, bocah 1,5 tahun asal Solo Jawa Tengah terus berlanjut. Bocah itu disiksa majikan tempat ibunya bekerja.

Polda Daerah Istimewa Yogyakarta memeriksa sejumlah saksi dari pihak keluarga ibunda JM. Salah satunya, kakak korban berinisial DL, 13.

Kesaksian DL dibutuhkan polisi sebab gadis yang masih duduk di bangku SMP ini pernah melihat kekerasan yang dilakukan AC, 35.

DL datang ke Polda DIY, Senin, 21 November. DL ditemani kuasa hukum korban, Taufiqurrahman, dan ibu JM, Sartini.

Baca: Balita Korban Penyiksaan Trauma Lihat Kulkas & Mesin Cuci
 
Taufiqqurahman menjelaskan DL pernah melihat AC mengangkat tubuh JM dan melemparnya ke lantai beralas karpet.

"Kejadiannya sekitar 31 Desember 2016. Ini terjadi waktu AC mabuk," ujar Taufiqurrahman di Polda DIY, Senin (21/11/2016).

Kekerasan itu terjadi saat AC masih tinggal di Klaten, Jateng. Saat itu, DL tengan main ke rumah AC untuk bertemu Sartini. Saat di ruang tamu, DL melihat AC yang tengah mabuk melalukan tindakan kejam tersebut.

Sementara di atas meja ruang tamu, berserakan botol minuman keras.

Taufiq mengaku sudah ada lima saksi yang diperiksa Polda DIY. Namun, terlapor belum diperiksa.

Kepala Sub Direktorat IV Kekerasan Anak dan Wanita Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY AKBP Beja mengatakan Polda masih menunggu hasil visum, dan mengumpulkan keterangan saksi sebagai bukti kuat untuk memanggil AC.

"Minimal ada dua alat bukti yang kuat baru bisa panggil pelapor. Hasil visum sore ini selesai," jelasnya,

Baca: Balita Korban Penyiksaan Ceria Kembali

AC menyiksa JM dengan sadis. Gigi kecil JM dicabut paksa dengan tang, jari-jari JM diikat dengan karet hingga tulangnya bengkok.

JM juga kerap dikurung dalam kulkas dan dimasukkan ke mesin cuci. Akibatnya, JM terluka secara fisik dan psikis.


(SAN)