Pemkab Bantul Tunggu Instruksi Gusur Bangunan di Gumuk Pasir

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 08 Nov 2016 17:11 WIB
penertiban
Pemkab Bantul Tunggu Instruksi Gusur Bangunan di Gumuk Pasir
Spanduk penolakan warga penghuni kawasan terlindung zona inti Gumuk Pasir di Kecamatan Kretek, Bantul, DIY. (Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Bantul: Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta telah melayangkan surat peringatan ketiga bagi warga penghuni zona inti Gumuk Pasir di Kecamatan Kretek. Pemkab bakal membongkar paksa bila warga tak kooperatif.

Meski begitu, Kepala Satpol PP Bantul, Hermawan Setiaji, memastikan, bakal melakukan dialog sebelum bongkar paksa dilakukan.

"Kita masih ada waktu 10 hari untuk melakukan dialog. Ini setelah ditempel surat perintah pengosongan," kata Hermawan, Selasa (8/11/2016).

Baca: Keraton Desak Pemkab Bantul Eksekusi Rumah di Gumuk Pasir

Hermawan mengklaim Pemkab Bantul telah melakukan sesuai prosedur agar warga yang menempati zona inti Gumuk Pasir membongkar bangunan secara mandiri. Termasuk, surat peringatan ketiga yang dilayangkan pada Senin (7/11/2016).

Kendati demikian, Hermawan mengatakan bakal menunggu instruksi Pemda DIY lebih dulu untuk menggusur. Instruksi penggusuran itu akan diberikan selepas dilayangkan surat perintah pengosongan bangunan.

Salah seorang warga yang berada di zona inti Gumuk Pasir, Watin bersikukuh menolak penggusuran. Ia juga merencanakan akan menemui Pemda DIY dan Gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono X. "Sebagian besar warga juga masih menolak penggusuran," ungkapnya.

Baca: Ongkos Bongkar Bangunan Gumuk Pasir Rp1 Juta

Upaya penggusuran Pemkab Bantul terhadap puluhan bangunan di kawasan inti Gumuk Pasir, bermula dari surat bernomor 120/W&K/VII/2016 dari K.H.P Wahonosartokriyo yang ditandatangani seorang kerabat Kraton Yogyakarta, KGPH Hadiwinoto, tentang penertiban zona gumuk pasir di kawasan Gumuk Pasir di Kecamatan Kretek, sebagai kawasan dilindungi.

Surat yang ditujukan kepada Bupati Bantul, Suharsono, itu kemudian dibalas dengan nomor 523/03700 pada 29 Agustus, yang berisi tentang penertiban kawasan inti Gumuk Pasir mulai 1 September lalu.

Baca: Penghuni Gumuk Pasir Menolak Hengkang

Di zona inti gumuk pasir, diperkirakan ada 38 bangunan rumah yang terdiri dari 20 KK, 25 kandang, sawah, warung, dan tempat parkir.


(SAN)