Fenomena Equinox tak Berbahaya

Patricia Vicka    •    Jumat, 17 Mar 2017 14:24 WIB
equinox
Fenomena Equinox tak Berbahaya
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Fenomena Equinox akan muncul di bumi nusantara pada 21 Maret 2017. Equinox adalah salah satu fenomena astronomi, di mana matahari melintasi garis khatulistiwa dan hanya terjadi dua kali dalam satu tahun.

Ahli iklim dan lingkungan dari Universitas Gajah Mada Emilya Nurjani menegaskan, fenomena equinox yang akan terjadi pekan depan tak berbahaya. Masyarakat tak perlu khawatir dan cemas pada peristiwa alam itu.

"Equinox adalah fenomena iklim normal. Bukan gelombang panas seperti yang ada di Afrika yang meresahkan," kata Emilya Nurjani melalui siaran pers di Yogyakarta, Jumat 17 Maret 2017.

Walau akan meningkatkan suhu udara di Indonesia, Emy memperkirakan suhu udara tidak akan naik secara drastis. Suhu tetap dalam batas normal yakni 26-36 derajat Celcius. Masyarakat diimbau tenang dan mengantisipasi adanya kenaikan suhu agar tidak berdampak pada kesehatan.

"Saat equinox suhu maksimal antara 33-34 derajat Celcius. Suhu tertinggi yang pernah ada saat equinox adalah 36 derajat Celsius di Jawa Timur tahun lalu," Emilya.

Terpisah, Ahli gizi dari Fakultas Kedokteran UGM, Emy Huriyati, menyarankan agar masyarakat menjaga asupan cairan dalam tubuh. Tujuannya agar tidak mengalami dehidrasi saat fenomena equinox terjadi.

"Banyak minum. Minimal 8 gelas sehari. Jika sering terpapar matahari maka asupan cairna harus ditingkatkan biar tak dehidrasi," kata Emy.

Selain itu asupan makanan seperti karbohidrat, lemak, protein, mineral dan vitamin juga perlu diseimbangkan.

Equinox adalah kondisi saat matahari berada percis diatas garis khatulistiwa. Saat fenomena ini terjadi durasi siang dan malam di wilayah khatulistiwa sama, yakni 12 jam. Akibatnya akan terjadi peningkatan suhu. Fenomena ini terjadi di Indonesia dua kali setahun yakni, 21 Maret dan 23 September.


(ALB)