Sri Sultan Ogah Pakai Pemberantasan Pungli

Patricia Vicka    •    Senin, 17 Oct 2016 17:19 WIB
pungutan liar
Sri Sultan Ogah Pakai Pemberantasan Pungli
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. (Media Indonesia/Susanto)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Presiden Joko Widodo telah membentuk Satgas Saber Pungli. Satgas pimpinan Menko Polhukam Wiranto itu diberi wewenang memberantas pungutan liar. Para pemimpin di antero Tanah Air juga diminta memastikan pemberantasan pungli di jajarannya.

Namun, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X tampak enggan. Raja Keraton Yogya itu berpandangan, membangun moral dan integritas juga bisa mencegah pungli.

"Istilahnya bukan memberantas pungli. Tapi membangun moral dan integritas. Jumat (21/10) akan tanda tangan dengan Kejati soal itu," tegasnya di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (17/10/2016).

Sultan tidak merinci naskah apa yang bakal ditandatangani dengan Kejaksaan Tinggi DIY. Yang pasti, Sultan akan mengumpulkan para penegak hukum untuk membicarakan pencegahan pungutan liar.

Hal ini, kata Sultan, sebagai wujud dukungang terhadap program Presiden Jokowi. Malah, Sultan mengaku bakal memberikan sanksi tegas bagi aparatur sipil negara (ASN) Pemda DIY yang ketahuan pungli. 

"Kalau ketahuan pungli (pegawai Pemda DIY) ya dipidana. Karena pungli itu termasuk pidana," kata dia. Untuk ASN di pemerintah kabupaten kota, Sultan menyerahkan wewenang pada kepala daerah masing-masing.

Sementara itu, Kabag Humas Polda DIY AKBP Anny Pudjiastuti menjelaskan pihaknya telah membentuk Tim Saber Pungli pekan lalu. Anggotanya berasal dari Divisi Profesi dan Pengamanan Polda DIY. 

"Tugasnya adalah mengawasi dan melaporkan praktik pungli di wilayah Polda DIY," katanya. 

Polda juga akan memantau keberadaan pungli dari laporan masyarakat. Terkait masih maraknya biro jasa dan calo di kantor Samsat Polda DIY, Anny mengatakan akan menindaklanjuti dan menelusuri keberadaan para calo kepada bidang lantas.


(SAN)