Ratusan PKL Solo Masih Jualan di Zona Larangan

Pythag Kurniati    •    Selasa, 18 Oct 2016 09:38 WIB
pedagang kaki lima (pkl)
Ratusan PKL Solo Masih Jualan di Zona Larangan
Foto ilustrasi. (Ant/Hasan Sakri Gozali)

Metrotvnews.com, Solo: Sepuluh tahun menata pedagang kaki lima (PKL), Pemerintah Kota Solo, Jawa Tengah, masih menyisakan pekerjaan rumah. Sedikitnya 600 PKL belum tersentuh penataan. 

Ratusan pedagang itu masih menggelar lapak di zona terlarang. Seperti Jalan Monginsidi, Jalan Ir. Sutami, dan Jalan Brigjen Katamso. Pekerjaan rumah lainnya adalah kembalinya PKL ke zona larangan setelah ditertibkan.

"Jumlah PKL di Kota Solo seluruhnya 5.817. Dari program penataan yang selama ini berjalan kurang lebih 10 tahun, masih menyisakan 600 PKL," ujar Kasi Penataan dan Pembinaan PKL Dinas Pengelola Pasar (DPP) Solo, Didik Anggono, Selasa (18/10/2016).

DPP, katanya, tidak bisa langsung menata para PKL itu. Harus ada kajian lebih dulu. Juga, pertimbangan sisi kemanusiaan. "Tidak langsung main gusur," kata dia. 

Beberapa alternatif yang selama ini dilakukan, pemkot memberikan ganti tenda, gerobak atau merelokasi PKL ke shelter maupun pasar tradisional.

Ia menambahan Pemkot juga mengantisipasi PKL yang kembali ke lokasi awal meski telah direlokasi. Ini terjadi di beberapa titik seperti Jalan S. Parman,  Jalan Gajah Mada, dan Jalan Kolonel Sutarto.

Kepala DPP Solo Subagiyo mengungkapkan pemantauan terhadap PKL terus dilakukan Pemkot Solo. "Kami pun terapkan beberapa aturan seperti waktu berjualan, penggunaan lapak bongkar pasang dan aturan kebersihan," pungkasnya.


(SAN)