Kelompok Difabel Yogyakarta Dirikan Bank

Ahmad Mustaqim    •    Minggu, 02 Oct 2016 12:02 WIB
kaum difabel
Kelompok Difabel Yogyakarta Dirikan Bank
Peluncuran bank oleh kaum difabel. (Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Kelompok difabel di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta meluncurkan KSP Bangun Akses Kemandirian (Bank) Difabel di Gedung PP Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro Nomor 23 Yogyakarta, Minggu (2/10/2016). Pendirian Bank oleh kelompok difabel dari Dukuh Rejodani, Desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, didukungan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah.

Ketua KSP Bank Difabel, Sajimin mengatakan bank difabel tersebut mulai bergerak pada 21 Juni 2015. Dengan keanggotaan 40 orang, bank tersebut memiliki 33 nasabah. "Iuran awal Rp50 ribu, simpanan wajib Rp5 ribu tiap bulan," kata Sajimin.

Setahun lebih berjalan, Sajimin memperkirakan 90 persen dari anggota bank difabel telah memiliki usaha. Bahkan, bank difabel tersebut juga memperoleh suntikan dana dari Australia.

"Mungkin di Indonesia ini satu-satunya bank difabel. Diperkirakan nilai asetnya Rp150 juta," ungkapnya.

Ia menambahkan, bagi siapapun yang ingin menjadi nasabah ataupun anggota, harus berasal dari keluarga difabel dan memiliki usaha. Menurutnya, dengan adanya usaha itu, KSP Bank Difabel akan ikut membantu mendorong perekonomian keluarga difabel.

"Kami ingin lebih maju lagi dan berkembang supaya dana yang ada bisa mengembangkan usaha masing-masing. Kami juga ingin meluaskan area, tak hanya di Sleman namun juga se-DIY," ungkapnya.

Pihak MPM Muhammadiyah yang memberikan pendampingan awalnya melakukan kajian potensi apa yang bisa dikembangkan untuk kelompok difabel. Sebab, cukup banyak kelompok difabel yang ditolak bank ketika hendak meminjam uang.

"Setelah bank difabel berdiri, MPM Muhammadiyah sebatas memberikan pendampingan manajemen. Pengelolaannya kami tekankan pada fungsional dan transparan," ujarnya.

Ketua PP Muhammadiyah, Marpuji Ali meminta negara bisa mengambil perhatian untuk kelompok difabel. Menurut dia, bank difabel bisa menjadi sarana mengentaskan kemiskinan.

"Bapak-ibu (difabel) adalag orang yang terhormat dan bermatabat. Karena Anda memiliki ketulusan dan kesucian dalam menjalani kehidupan dengan ikhlas," pungkasnya.


(SAN)