DPP PDIP Rekomendasikan Petahana di Pilkada Brebes

Kuntoro Tayubi    •    Minggu, 18 Sep 2016 15:14 WIB
pilkada serentak
DPP PDIP Rekomendasikan Petahana di Pilkada Brebes
Bupati Idza Priyanti dan Wakilnya Narjo saat kegiatan try out masuk perguruan tinggi negeri, di Brebes, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi)

Metrotvnews.com, Brebes: DPP PDI Perjuangan akhirnya merekomendasikan petahana Brebes, Jawa Tengah, untuk maju dalam pemilihan bupati dan wakil bupati 2017. Dengan perolehan 11 kursi dewan di Brebes, PDI Perjuangan yang bisa mengusung pasangan calon tanpa koalisi.
 
Pengusus DPP PDI Perjuangan, Dewi Aryani membenarkan putusan tersebut. Bupati Idza Priyanti dan wakilnya Narjo akan diusung partai berlambang banteng moncong putih itu pada Pilkada Serentak Februari 2017.
 
“Dinamika internal dan eksternal dalam partai itu hal biasa. Jadi dengan turunnya rekomendasi Pilkada Brebes kepada calon incumbent tidak perlu dijadikan polemik,” kata Dewi melalui pesan singkat kepada Metrotvnews.com, Minggu (18/9/2016).
 
Anggota DPR Fraksi PDIP ini meminta semua pengurus dari DPC hingga anak ranting tunduk tegak lurus memenangkan calon yang sudah resmi mendapatkan rekomendasi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri.
 
“Jadi sekarang tidak usah lagi meributkan soal rekomendasi dan kenapa kepada incumbent,” tegasnya.
 
Menurutnya, petahana dinilai tidak ada masalah dan diharapkan dapat melanjutkan program pembangunan untuk Brebes ke depan.

Ambisi mantan bupati
 
Mantan Bupati Brebes Indra Kusuma kembali berniat mencalonkan diri menjadi bupati Brebes pada pilkada 2017. Ia termotivasi membersihkan nama baiknya akibat tersangkut korupsi lima tahun lalu.

Pada 2010, majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menjatuhkan vonis dua tahun penjara dan denda Rp250 juta, subsider 6 bulan kurungan. Indra terbukti melanggar Pasal 3 UU No 31/1999 sebagaimana diubah dalam UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
 
Namun, hasrat Ketua DPC PDIP Kabupaten Brebes untuk maju pada Pilkada Serentak 2017 terhenti sudah. Indra dianggap tidak memenuhi syarat. Dia sudah menjabat selama dua periode.

Baca: KPU Pupuskan Hasrat Ketua PDI P Brebes Daftar Cabup
 
Komisioner KPU Provinsi Jateng Hakim Junaedi, menjelaskan, berdasar PKPU No 12/2015 menyebutkan bahwa calon kepala daerah belum pernah bupati atau wakil bupati selama dua kali masa jabatan dalam jabatan yang sama.
 
“Indra Kusuma pernah menjabat Bupati Brebes periode 2002-2007. Selanjutnya, yang bersangkutan kembali terpilih menjadi Bupati Brebes untuk kedua kalinya dan dilantik tanggal 4 Desember 2007,” kata Hakim.
 
Kemudian, Indra diberhentikan dari posisi bupati saat menjabat di periode kedua. Dia dilengserkan karena terlibat kasus korupsi. Saat diberhentikan melalui Keputusan Mendagari No 131.33-42 tanggal 13 Januari 2011, Indra telah menduduki jabatan Bupati Brebes periode kedua selama tiga tahun satu bulan.

Baca: Pernah Korupsi, Mantan Bupati Niat Maju Lagi

Pada 2010 majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menjatuhkan vonis dua tahun penjara dan denda Rp250 juta, subsider 6 bulan kurungan kepada  Indra kusuma. Ia terbukti melanggar Pasal 3 UU No 31/1999 sebagaimana diubah dalam UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


(SAN)