Mendikbud Tegaskan Pentingnya Seni untuk Anak

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 14 Dec 2017 15:15 WIB
kesenian
Mendikbud Tegaskan Pentingnya Seni untuk Anak
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy membuka pameran seni bertajuk Visual Art Exhibition Tribute Tino Sidin pada Kamis, 14 Desember 2017. Foto: Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Bantul: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy membuka pameran seni bertajuk Visual Art Exhibition Tribute Tino Sidin pada Kamis, 14 Desember 2017. Pameran itu sebagai bagian dalam mengenang seniman lukis Tino Sidin di Museum Seni Taman Tino Sidin, Jalan Tino Sidin Nomor 297 Kadipiro, Desa Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, DI Yogyakarta.

Muhadjir mengatakan melukis dalam konteks kekinian bisa jadi media pembentukan karakter anak. Melalui keterampilan melukis, menurutnya, pendidik bisa menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter pada anak.

"Ada tiga aspek dalam pembentukan karakter anak, ada estetika, keindahan, dan logika," ujar Muhadjir dalam sambutannya.

Aspek estetika dalam pembentukan karakter terdiri dari budi pekerti, sopan santun, dan estetika itu sendiri. Aspek kedua yakni keindahan. Keindahan tersebut ada di pembelajaran melukis dan menggambar. "Lalu ada logika, masuk juga pada kemampuan melukis dengan benar," kata dia.

Dalam pameran yang berlangsung 14-31  Desember 2017 ini, ada belasan seniman yang ikut meramaikan acara. Mereka yakni Dyah Anggraini Hutomo, Laretna T. Adisakti, A.C. Andre Tanama, Andi Purnama Putra, Edduard, Heri Hudono, Jumaldi Alfi, M. Dwi Mariatno, Nasirun, Otok Bima Sidarta, Putu Sutawijaya, Sudarisman, Sudarwoto, dan Susilo Budi. Diantara seniman itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga ikut memamerkan karyanya.

Dalam pembukaan itu pula, sejumlah maestro seni tampak hadir. Diantaranya Untung Basuki, Nasirun, dan Joko Pekik.

Panca Takariyati, anak kelima Tino Sidin, mengatakan, acara tersebut menjadi satu rangkaian peringatan hari ulang tahun Tino Sidin pada 25 November. Tino lahir pada 1925 dan meninggal 29 Desember 1995.

"Ada bantuan revitalisasi dari Depdikbud, tapi sudah selesai (prosesnya). Pameran ini sekaligus menandai ruangan (museum) dibuka untuk publik," kata perempuan yang biasa disapa Titik Tino Sidin ini.

Titik menambahkan, ada 30 lukisan dan 100-an sketsa karya Tino yang dipajang. Sebagian besar usia Tino lebih banyak digunakan untuk mengajar anak-anak untuk melukis.

"Karya bapak yang dipamerkan ini mungkin yang di zamannya tidak laku. Seniman yang ingin ikut memamerkan karya juga bisa di sini, tapi dibatasi sesuai kapasitas ruangan," jelasnya.


(SUR)