Penyakit Kaki Gajah Masih Ada di 236 Kabupaten

Mustholih    •    Sabtu, 07 Oct 2017 15:49 WIB
kesehatan
Penyakit Kaki Gajah Masih Ada di 236 Kabupaten
Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek di Lapangan Desa Jatisono, Demak, Jawa Tengah, Sabtu, 7 Oktober 2017. Foto: MTVN/Mustholih

Metrotvnews.com, Demak: Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek menyatakan ada 236 Kabupaten se-Indonesia yang masih berstatus endemis filariasis atau penyakit kaki gajah. Pemerintah menargetkan Indonesia sudah bebas dari endemik yang bisa mengakibatkan kecacatan korban ini pada 2020.

"Jadi  Indonesia belum eliminasi kaki gajah. Harapannya, 2020 akan selesai," kata Nila di Lapangan Desa Jatisono, Demak, Jawa Tengah, Sabtu, 7 Oktober 2017.

Demi membebaskan Indonesia dari filariasis, pemerintah mencanangkan penduduk yang tinggal di daerah endemis serentak minum obat pencegah penyakit kaki gajah setiap Oktober. Gerakan minum obat ini sudah digelar sejak 2015.

"Minum obat hanya satu kali dalam setahun, selama minimal lima kali berturut-turut mampu memutuskan rantai penularan penyakit kaki gajah," ungkap Nila.

Nila menyatakan penyakit kaki gajah disebabkan oleh cacing filaria. Cacing ini berukuran sangat kecil dan menyerupai benang yang hidup di dalam tubuh manusia. Penyakit ini bisa menyerang siapa pun.

"Bila tidak segera ditangani dapat menyebabkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan, kantong, dan lain-lain," ujar Nila menjelaskan.

Menurut Nila, upaya mengendalikan kaki gajah di Indonesia sebenarnya sudah dimulai pada 1970. Namun, sejak 2002, pemerintah sudah melakukan percepatan pengendalian penyakit kaki gajah. Salah satu upaya denga pemberian obat pencegahan massal (POPM) untuk memutus mata rantai penularan filariasis.

 


(SUR)