Barikan, Cara Warga Karimunjawa Menjaga Kerukunan

Rhobi Shani    •    Kamis, 05 Oct 2017 19:29 WIB
warisan budaya
Barikan, Cara Warga Karimunjawa Menjaga Kerukunan
Tumpeng yang dibawa di acara Barikan di Karimunjawa, Kamis 5 Oktober 2017, MTVN - Rhobi Shani

Metrotvnews.com, Jepara: Usai melaksanakan salat Ashar, masyarakat di kepulauan Karimunjawa Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, berbondong-bondong menuju perempatan jalan desa setempat. Tepat di perempatan jalan, satu tumpeng hasil bumi dan laut diletakkan. Sementara, tumpeng-tumpeng berukuran lebih kecil diletakan dari empat penjuru jalan desa.
 
Dengan membawa buceng, warga datang menuju perempatan jalan desa. Buceng merupakan tumpeng kecil yang diletakan di piring. Selain buceng, warga juga membawa garam, telur sebutir, dan kacang hijau. Setelah warga berkumpul semua, pemuka agama desa setempat memimpin berdoa.
 

(Warga berjejer mengikuti acara Barikan, melambangkan kerukunan di Karimunjawa, Kamis 5 Oktober 2017, MTVN - Rhobi Shani)

Usai berdoa, tumpeng-tumpeng yang sudah dipersiapkan diarak menuju pelabuhan Karimunjawa. Iringan sholawat dari tetabuhan rebana mengiringi arak-arakan tumpeng. Warga dengan membawa bucengnya masing berada di barisan belakang tumpeng besar.
 
Tiba di pelabuhan Karimunjawa, kepala desa didampingi tokoh masyarakat memotong tumpeng. Buceng dari tumpeng besar kemudian dibuang ke laut. Warga yang mengikuti arak-arakan, bersiap merebutkan tumpeng besar di Alun-alun.
 
Tokoh masyarakat desa setempat Sumarto Rofiun menyampaikan, tradisi Barikan di Karimunjawa dilaksanakan sebulan sekali. Tepatnya di di hari Kamis Pon (penanggalan Jawa). Sementara, Barikan Kubro dilaksanakan di setiap Kamis Pon bulan Sura.
 
“Barikan yang biasanya dilaksanakan sebulan, saat barikan di bulan Sura kami kemas berbeda bertajuk festival. Selain menjaga tradisi yang sudah berjalan, harapannya lewat kegiatan ini juga dapat menarik wisatawan,” ujar Rofiun, Kamis petang, 5 Oktober 2017.
 
Barikan, disampaikan Rofiun, berasal dari kata Barokah atau Berkah. Dimana, lewat tradisi barikan, masyarakat Karimunjawa berharap selalu diberi berkah oleh yang masa kuasa. Selain itu, lewat tradisi ini pula akan selalu tercipta kerukunan antarwarga.
 
“Karena di Karimunjawa ini tidak hanya suku Jawa saja. Ada Madura, Bugis, Bajo, dan Mandar. Dan sampai sekarang kami hidup damai,” tandas Rofiun.
(RRN)