Danjen Kopassus Akui Anggotanya Keroyok Prajurit TNI AU

Wandi Yusuf    •    Selasa, 02 Jun 2015 19:06 WIB
perselisihan tni
Danjen Kopassus Akui Anggotanya Keroyok Prajurit TNI AU
Danjen Kopassus Mayjen Doni Monardo (kiri). MI/Adam Dwi

Metrotvnews.com, Jakarta: Komandan Jenderal Kopassus, Mayor Jenderal Doni Monardo membenarkan beberapa anggotanya mengeroyok empat prajurit TNI Angkatan Udara, di Sukoharjo, Jawa Tengah.

"Masih kita dalami, kemungkinan tak sampai 20 anggota," kata Doni dihubungi Metrotvnews.com, Selasa (2/6/2015).

Saat ini, Kopassus memastikan sudah lima anggotanya yang diserahkan ke Detasemen Polisi Militer, Solo. Jika ada lagi yang terindikasi terlibat, ia tak segan mengirimkannya ke Denpom.

"Kami tak akan menutupi kasus ini. Dan kami juga memohon maaf atas peristiwa ini, terutama ke pihak keluarga," kata mantan Komandan Pasukan Pengaman Presiden ini.

Sebelumnya, Kepala Penerangan dan Perpustakaan Pangkalan Udara TNI AU Adisutjipto, Mayor (Sus) Hamdi Londong, mengidentifikasi ada 25 pelaku pengeroyokan terhadap empat anggota TNI AU, pada Minggu, 31 Mei, dini hari.

Hamdi juga mendapat informasi bahwa sudah ada 12 tersangka atas kasus pengeroyokan itu. "Mereka diduga anggota Kopassus Grup II Kandang Menjangan, Kartosuro, Sukoharjo, Jawa Tengah. Inisial belum bisa kami sebutkan," kata Hamdi.

Akibat dari pengeroyokan itu, seorang anggota TNI AU bernama Zulkifli, 39, berpangkatnya Serma, anggota Bintara Sarban Dinas Logistik Mabes AU, meninggal pada Senin, 1 Juni, pukul 21.30. Zulkifli sempat dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSP AU) Hardjolukito, Yogyakarta.

Satu rekannya, Pelda Teguh Prasetyo, anggota Skatek 042 Madiun, yang dirawat di rumah sakit yang sama, masih belum sadarkan diri. Sedangkan, dua anggota TNI AU lain yang juga menjadi korban, masih melakukan rawat jalan di Solo, Jawa Tengah.


(UWA)