Belasan Tahun Pembangunan Jalan Lingkar Brebes-Tegal Belum Rampung

Kuntoro Tayubi    •    Kamis, 18 May 2017 14:32 WIB
pantura
Belasan Tahun Pembangunan Jalan Lingkar Brebes-Tegal Belum Rampung
Kondisi pembangunan jalan lingkar utara di Brebes, Jawa Tengah, yang mangkrak. (Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi)

Metrotvnews.com, Brebes: Proyek nasional jalan lingkar utara yang menghubungkan Brebes dan Tegal, Jawa Tengah, hingga saat ini masih mangkrak. Padahal, jalan ini bisa mengurangi kemacetan di pantura Kota Brebes, khususnya menghadapi arus mudik lebaran.

Jalan lingkar utara Brebes-Tegal berada di ruas jalan Desa Bangsri, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes. Kondisi pintu masuk jalan ini penuh dengan timbunan tanah yang ditumbuhi rerumputan.

Kendati demikian, sebagian badan jalannya sudah beraspal sepanjang sekitar tiga kilometer. Sedangkan sebagian badan jalan lainnya masih berupa batu kerikil. Termasuk adanya  sejumlah jembatan untuk akses dari kabupaten brebes menuju kota Tegal, yang juga mangkrak lantara belum terselesaikan.

“Bahkan tiang-tiang pancang sudah berdiri yang sedianya untuk melintasi Sungai Pemali, yang membelah Kota Brebes, sudah mulai korosi,” kata salah satu warga setempat, Yuli, 30, Kamis, 18 Mei 2017.

Hal senada disampaikan warga Brebes lainnya, Aris Hada, 52. Ia menyayangkan mangkraknya jalur lingkaran utara Brebes-Tegal ini. Padahal pembangunan jalan ini dilakukan sejak belasan tahun yang lalu.

“Pemerintah harus segera melanjutkan pembangunannya, karena bisa mengurangi kemacetan yang terjadi di pantura Kota Brebes,” ujar Hada.

Meski saat ini sudah ada jalan tol Trans Jawa, namun keberadaannya belum bisa menyelesaikan kemacetan di pantura Kota Brebes. Karena banyak kendaraan berat seperti truk lebih dari dua sumbu, yang memilih jalan pantura ketimbang harus melintasi melalui jalan tol.

Kasatlantas Polres Brebes, AKP Irfan Zukan Sipayung membenarkan padatnya arus kendaraan di jalur pantura kota. Jika pembangunan jalan lingkar utara dilanjutkan akan sangat membantu kelancaran arus jalur tersebut. Meskipun saat ini, upaya mencegah kemacetan terjadi di pantura, pemerintah pusat tengah membangun empat titik jalan laying atau flyover di Brebes dan Tegal.

“Ada dua titik pembangunan flyover di Brebes, yakni di Dermoleng, Ketanggungan dan Kretek, Paguyangan. Sedangkan dua titik lagi terdapat di Klonengan dan Kesambi adalah wilayah hukum Kabupaten Tegal,” ujarnya.

Saat ini pembangunan di wilayah Dermoleng sudah mencapai 60 persen. Sehingga, pada h-10 lebaran 2017 sudah bisa dilintasi kendaraan, baik dari arah utara selatan maupun sebaliknya. Proges yang sama pada pembangunan di Klonengan dan Kesambi.

“Di Kretek sudah tidak ada lagi permasalahan pembebasan tanah, sehingga pembangunan flyover disana sudah tidak ada hambatan lagi,” kata Irfan.

Selama proses pembangunan flyover, Satlantas Polres Brebes melakukan pengalihan dan buka tutup arus kendaraan.


(SAN)