HTI Yogya Tutup Kantor

Patricia Vicka, Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 20 Jul 2017 16:19 WIB
pembubaran htiperppu pembubaran ormas
HTI Yogya Tutup Kantor
Spanduk bertuliskan HTI DIY tergeletak di samping rumah di jalan Langenastran Lor, PB 3 Nomor 117, Panembahan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta. (Metrotvnews.com/Patricia Vicka)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) minim aktivitas. Kantor sekretariat mereka pun telah berubah menjadi rumah tinggal biasa. 

Menurut kolom pencarian Google, alamat Sekretariat HTI DIY berada di jalan Langenastran Lor, PB 3 Nomor 117, Panembahan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta.

Namun, saat Metrotvnews.com tiba di alamat itu, Kamis, 20 Juli 2017, sama saekali tak ada tanda keberadaan organisasi yang kemarin dibubarkan pemerintah itu.

Baca: Delapan Dosen UGM jadi Pengurus dan Simpatisan HTI

Tak ada pernak-pernik ataupun papan nama HTI di dinding depan rumah. Padahal, sebelumnya tampak poster kegiatan yang di dalamnya ada logo dan tulisan HTI tertempel.

Beberapa plastik sampah besar berisi kertas-kertas tampak di teras depan rumah. Rak-rak buku dikumpulkan jadi satu di taman sisi timur rumah.

Jejak HTI satu-satunya yang masih terlihat dari sebuah bekas spanduk putih bertuliskan DPD 1 HTI DIY yang digantung terbalik di pintu gerbang taman. Rumah itu disebut telah beralih tangan ke penyewa lainnya.


Rumah bekas sekretariat HTI DIY di jalan Langenastran Lor, PB 3 Nomor 117, Panembahan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta. (Metrotvnews.com/Patricia Vicka)

Agung, yang mengaku pengontrak baru, menjelaskan, pengurus HTI sudah pindah dari rumah tersebut kemarin sore. Agung mulai menempati rumah tersebut pagi ini.

"Iya benar, (rumah) ini dulu kantor HTI. Tapi, mereka sudah mengakiri kontrak sejak dibubarkan. Kemarin terakhir di sini," katanya.

Baca: Pengikut Ormas Anti Pancasila di Jepara Dipantau

Masa kontrak kantor HTI seharusnya berakhir pada Mei 2018. Namun, berhenti tengah jalan. "Dioper kontrak. Setahun harga kontraknya Rp8,5 juta," katanya.

Agung mengaku tidak tahu ke mana pengurus HTI memindahkan kantor barunya. Ia pun mengaku tak pernah terlibat dalam aktivitas organisasi yang mendengungkan khilafah itu.


(SAN)