ATM BCA Pulih 10 Hari Lagi

Patricia Vicka    •    Rabu, 30 Aug 2017 11:17 WIB
gangguan atm
ATM BCA Pulih 10 Hari Lagi
Antrean Nasabah di ATM BCA jalan Kaliurang, Sleman Yogyakarta.--MTVN/Vicka--

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Ratusan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank BCA di Daerah Istimewa Yogyakarta masih belum bisa digunakan. Bank BCA cabang DIY menargetkan seluruh ATM bisa dipakai kembali paling lambat sepuluh hari mendatang. Kerusakan ATM yang terjadi akibat rusaknya Satelit Telkom 1, mulai terjadi pada Jumat 25 Agustus 2017.

Pemimpin BCA se DIY, Saswito menegaskan, pihaknya masih terus berupaya mengebut perbaikan jaringan ATM tersebut. "Kami upayakan seminggu sudah beres. Maksimal 10 hari sudah bisa dipakai semuanya," ujar Saswito di kantornya jalan Jendral Sudirman, Yogyakarta Rabu, 30 Agustus 2017.

Pihaknya sudah menerjunkan tim untuk memindahkan saluran koneksi ke satelit lainnya. Ia menambahkan BCA butuh waktu yang lebih dari sepekan sebab pemindahan tersebut dilakukan manual satu persatu di setiap ATM yang rusak.

"Tim mesti datang ke ATM untuk decoding mesin ATM satu persatu ke satelit lain," jelasnya.

Ia mengatakan, Jumat lalu setidaknya ada 50 persen ATM atau sekitar 147 ATM yang rusak dari total 294 ATM BCA di seluruh DIY. Kerusakan terjadi menyebar rata di empat kabupaten dan satu kota dalam provinsi DIY. Ia membenarkan sebagian besar ATM yang rusak ada di minimarket. 

Namun hingga Selasa 29 Agustus 2017 ia mengklaim hampir 70 persen ATM BCA sudah bisa digunakan kembali. Akibat kerusakan ini, ia mengatakan sempat terjadi antrean panjang di ATM Bank BCA pusat di Jalan Jendral Sudirman. 

"Sabtu minggu lalu ramai antreannya karena pas akhir bulan. Orang banyak yang gajian. Jadi pada narik. Tapi Senin, Selasa sudah normal," ujarnya.

Pantauan Metrotvnews.com, antrian ATM di BCA pusat nampak normal. Nasabah tak perlu menunggu lebih dari tiga menit untuk melakukan penarikan atau pembayaran di mesin ATM. Begitu pula di ATM cabang lain. Tak nampak antrian panjang.

Kepala Bank Indonesia DIY Budi Santoso memastikan kerusakan ini tidak akan menganggu kegiatan perekonomian dan Pariwisata masyarakat DIY. Sebab jumlah ATM yang bisa dipakai normal lebih banyak dari ATM yang rusak. "Kami arahkan masyarakat transaksi lewat online atau M- Banking. Atau tarik pakai ATM bersama atau di ATM terdekat,"kata Budi.

Bank Indonesia pun standby setiap saat untuk segera mengisi ATM yang kosong jika ada pembludakan antrian di suatu titik.


Sebelumnya Satelit Telkom 1 rusak disebabkan adanya anomali. Dalam keterangan resminya, PT Telkom mengatakan sejumlah pelanggan yang memakai satelit 1 sedang dipindahkan ke transponder satelit Telkom 3S dan satelit lainnya.


(ALB)