Harga Gabah Selalu Berubah, HET Sulit Ditetapkan

Rhobi Shani    •    Minggu, 03 Sep 2017 13:19 WIB
harga beras
Harga Gabah Selalu Berubah, HET Sulit Ditetapkan
Pedagang beras di Pasar Kendal melayani pembeli, MTVN - Vicka

Metrotvnews.com, Jepara: Harga eceran tertinggi (HET) beras diprediksi sulit diterapkan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Sebab harga gabah dalam setahun tidak stabil. Seperti saat ini, harga gabah tengah meroket sehingga akan mempengaruhi harga jual beras.
 
Pengusaha penggilingan gabah Muhammad Ainul menyampaikan, dalam setahun setidaknya ada tiga kali perubahan harga gabah. Itu akan berimbas pada perubahan harga jual beras.
 
“Saat musim panen harga gabah akan turun, secara tidak langsung harga beras juga mengalami penurunan. Tapi, kalau harga gabah naik harga beras juga akan ikut naik, jadi tidak bisa harga beras dipatok sekian,” ungkap Ainul, Minggu 3 September 2017.
 
Ainul bilang, pada musim panen tiga tahun ini harga gabah diprediksi naik. Pasalnya, jumlah hasil panen tidak melimpah. Terbukti, sejak sepekan terakhir harga gabah terus mengalami kenaikan.
 
“Saya perkirakan mulai bulan ini sampai Desember harga akan terus naik karena jumlah gabah sedikit,” kata Ainul.
 
Saat ini, Ainul menjual beras ke pedagang besar seharga Rp8.400 per kilogram. Pedagang besar kemudian menjaul beras ke pedagang pengecer atau toko-toko Rp9.000 per kilogram. Sampai ke tangan pembeli, beras dijual Rp9.500 per kilogram.
 
“Minggu lalu masih bisa jual Rp8.000 per kilogram. Kelihatannya harga masih terus naik,” pungkas Ainul.


(RRN)