Petani: Impor Garam Jangan Banyak-banyak

Rhobi Shani    •    Kamis, 03 Aug 2017 17:15 WIB
harga garam
Petani: Impor Garam Jangan Banyak-banyak
Foto ilustrasi. (Metrotvnews.com/Rahmatullah)

Metrotvnews.com, Jepara: Petani garam di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, tak mempermasalahkan impor garam. Namun, petani meminta impor dibatasi. 
 
Saroni, 48, petani garam di Desa Panggung Kecamatan Kedung mengaku khawatir impor yang berlebihan membuat harga garam lokal anjlok. “Impor boleh-boleh saja jika memang kekurangan, tapi jangan banyak-banyak. Kalau cuaca panas terus seperti ini, garam akan banyak,” ujar Saroni ditemui di tambak garam miliknya, Kamis, 3 Agustus 2017.
 
Saroni mengaku selama menjadi petani, harga garam saat ini yang tertinggi. Tiap 80 kilogram harganya mencapai Rp300 ribu.
 
Petani lain, Khamsani, 45, mengungkap hal senada. Kini harga garam masih berada di angka penjualan tersebut. Terkait impor garam, dia sendiri telah mengetahuinya dari berita di televisi. Dia pun sempat didatangi polisi.
 
“Kemarin ada Pak Polisi tanya-tanya tentang pasokan garam bagaimana,” tutur Khamsani.
 
Hingga kini, dirinya belum memiliki stok garam. Sebab, setiap kali panen langsung dibeli pengepul. “Belum panen malah sudah dibayar,” tandasnya.
 
Disinggung mengenai rencana pemerintah menetapkan harga pokok penjualan (HPP) garam di tingkat petani, Ketua Koperasi Petani Garam, Abdul Lafik menyampaikan, HPP yang tepat bagi petani garam di Jepara sebesar Rp4.000 hingga Rp4.500 per kilogram. Penentuan nilai HPP itu disesuaikan dengan tingkat kesulitan petani dalam menggarap lahan garam.
 
“Dengan nilai segitu, berarti tenaga petani garam bekerja dihargai. Selama ini tenaga petani garam bekerja tidak pernah dihitung,” kata Lafik.


(SAN)