'Topeng Cantik' nan Menutupi Borok Siti Masitha

Kuntoro Tayubi    •    Rabu, 06 Sep 2017 23:32 WIB
korupsi
'Topeng Cantik' nan Menutupi Borok Siti Masitha
Wali Kota Tegal nonaktif Siti Masitha Soeparno bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta. Foto: Antara/Hafidz Mubarak

Metrotvnews.com, Tegal: Siti Masitha Soeparno dicokok karena terlibat kasus korupsi. Namun keburukan Masitha ini banyak tertutup oleh 'topeng cantik' dalam berbagai bentuk penghargaan dan pengakuan.

Salah satunya penganugerahaan Inspiration Woman Award dan The Best Indonesia Leader Award 2016 dari Forum Komunikasi Wartawan Indonesia. Penghargaan diserahkan oleh FKWI dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah di Semarang, Jumat, 26 Agustus 2016.

Tak berhenti disana, Tegal mendapat penghargaan dari Menteri Dalam Negeri karena prestasi Penerbitan Akte Kelahiran di atas target nasional.  Penghargaan tersebut diserahkan di Pekanbaru, 25 Agustus 2016.

Piagam Penghargaan diterima oleh Pelaksana tugas Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tegal.


Pelaksana tugas Kepala Disdukcapil Kota Tegal, Hartoto menerima penghargaan dari Mendagri atas atas prestasi Penerbitan akte kelahiran yang melampaui target nasional. Foto: MTVN/Kuntoro Tayubi

“Kota Tegal juga berhasil mencapai target nasional cakupan kepemilikan akta kelahiran tahun 2016 lebih cepat dari batas waktu yang telah ditetapkan. Target nasional tahun 2016 sebesar 77,5 persen, sementara Kota Tegal sudah mencapai 87 persen,” ujarnya saat dihubungi Metrotvnews.com, Rabu, 6 September 2017.

Hartono melanjutkan, Kota Tegal juga ditunjuk sebagai percontohan penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA). Namun, berbagai kesuksesan Masitha itu akhirnya terkubur oleh beragam permasalahan yang muncul usai dia dicokok komisi antirasywah.

Belasan mantan anak buahnya yang merasa dizalimi berbahagia. Bahkan hingga syukuran cukur kepala.

(Baca: Warga dan PNS Cukur Botak Rayakan Penangkapan Wali Kota Tegal)

Atasannya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga menemukan beragam persoalan di kepemimpinan Masitha. Terutama soal birokrasi yang carut marut. Wakil Masitha sekaligus rekan separtainya, Nursholeh, langsung ditugasi membenahi persoalan yang tersisa.

(Klik: Siti Masitha 'Wariskan' Birokrasi nan Berantakan)

Sebelumnya, Siti Masitha ditangkap saat berada di rumah dinasnya Selasa 29 Agustus 2017. Saat ini dia sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap oleh KPK Rabu malam, 30 Agustus 2017. Dia diduga menerima suap sebanyak Rp 5,1 miliar pada periode Januari-Agustus 2017.

(Baca: KPK OTT Wali Kota Tegal)


(SUR)